Logo Asian Club Championship dan AFC Champions League. (Kolase Berbagai Sumber)
Ketika PSM berlaga di Kejuaraan Antarklub Asia 2000/01, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) memilih Stadion Andi Mattalatta Mattoanging sebagai tuan rumah babak 8 besar zona Asia Timur. Stadion ini menjadi saksi kehadiran tim-tim papan atas seperti Jubilo Iwata (Jepang), Suwon Samsung Bluewings (Korea Selatan) dan Shandong Luneng Taishan (China) yang merasakan langsung atmosfer fanatisme sepak bola Makassar.
Untuk memenuhi standar kelayakan yang ditetapkan, renovasi pun dilakukan. Stadion yang diresmikan pada 6 Juli 1957 ini mendapat penambahan lampu penerangan, perbaikan ruang ganti, ruang wasit, dan toilet. Langkah ini juga diambil untuk meningkatkan citra kota Makassar.
Musim 2004, Mattoanging menjadi kandang Juku Eja saat mengikuti Liga Champions Asia. Dalam ajang tersebut, PSM yang saat itu diasuh mendiang Miroslav Janu tergabung dalam Grup F. Mereka menghadapi Dalian Shide dari China (sudah bubar), Krung Thai Bank dari Thailand (kini bernama BG Pathum United), serta Hoang Anh Gia Lai dari Vietnam.
Terakhir kali stadion yang sudah rata dengan tanah tersebut menggelar pertandingan tingkat Asia yang resmi adalah di Liga Champions Asia musim 2005. Pada kesempatan itu, tim-tim yang bertandang ke Makassar adalah Shandong Luneng (untuk kedua kalinya), Yokohama F. Marinos (Jepang) dan BEC-Tero Sasana (Thailand, kini bernama Police Tero FC).