TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Dagang Live di Medsos, Pengungsi Afganistan Ditegur Rudenim Makassar

Dia mengaku tidak tahu jualan via medsos termasuk pekerjaan

WN Afghanistan saat disidak petugas Rudenim Makassar. IDN Times/Rudenin Makassar

Makassar, IDN Times - Seorang warga negara asing wanita asal Afganistan harus berurusan dengan petugas Rumah Detensi Imigrasi Kota Makassar, setelah ketahuan menjajakan barang dagangannya melalui media sosial.

WNA Afghanistan bernama Zuleykha (29) itu akhirnya diminta membuat surat pernyataan oleh petugas Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Makassar di lokasinya berdagang di Pasar Butung, Senin (9/3).

"Karena informasi awal kami dapat dari media sosial, yang bersangkutan secara live menjajakan dagangannya," kata Kepala Rudenim Makassar, Togol Situmorang dalam keterangan resmi yang diterima IDN Times di Makassar, Senin (9/3).

1. Dianggap melanggar izin bagi WNA berstatus sebagai pengungsi

WN Afghanistan saat disidak petugas Rudenim Makassar. IDN Times/Rudenin Makassar

Petugas Rudenim Makassar melakukan inspeksi mendadak di lokasi dagangan Zuleykha, petang tadi. Zuleykha dianggap melanggar izin sebagai warga negara asing yang berstatus sebagai pengungsi untuk berdagang.

"Sengaja kami turunkan tim untuk melacak kebenarannya. Sosialisasi terhadap larangan bagi pengungsi telah ditempel di semua wisma pengungsi. Jadi bentuk apa pun pekerjaan yang menghasilkan imbalan dilarang bagi pengungsi," tegas Togol.

Baca Juga: Cegah Panic Buying, Polisi Jaga Toko Swalayan di Makassar

2. Dua bulan berdagang via medsos

WN Afghanistan saat disidak petugas Rudenim Makassar. IDN Times/Rudenin Makassar

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, lanjut Togol, Zuleykha telah berdagang di pasar tekstil tertua di Kota Makassar itu melalui media sosial sejak dua bulan lalu. Kendati begitu, petugas masih mendalami keterangan ibu satu anak tersebut.

Zuleykha, lanjut Tagor, sempat mengelak di sela sidak, bahwa kegiatan yang dia lakukan bukan sebuah aktivitas pekerjaan. "Zuleykha mengelak bahwa apa yang dilakukan termasuk kategori bekerja. Dia mengaku, tidak tahu kalau menyiarkan secara live itu juga bekerja," terang Togol.

Baca Juga: Ratusan Pengungsi Afganistan dan Iran Unjuk Rasa di Rudenim Gowa 

Berita Terkini Lainnya