TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

10 Tahun di Makassar, Abdul Pengungsi Afganistan Dikirim ke Australia

Tiga pengungsi dapat jatah resettlement pada Januari 2022

Proses resettlement atau pemukiman kembali pengungsi asing asal Afganistan dari Makassar ke Australia/ Dok. Rudenim Makassar

Makassar, IDN Times - Seorang pengungsi asing asal Afganistan, Abdul Razil Rahimi, akhirnya mendapat jatah resettlement atau pemukiman kembali ke Australia. Pria 27 tahun itu harus menunggu bertahun-tahun lamanya.

Dia berstatus sebagai pengungsi asing di bawah pengawasan Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Makassar, Sulawesi Selatan. "Menunggu 10 tahun," kata Kepala Rudenim Makassar Alimuddin dalam keterangan tertulisnya, Rabu (26/1/2022) malam.

1. Tidak bisa berbuat banyak selama berstatus pengungsi asing

Proses resettlement pengungsi asing asal Afganistan (tengah) dari Makassar ke Australia/ Dok. Rudenim Makassar

Alimuddin mengatakan, Abdul mengalami masa sulit selama berstatus pengungsi yang menunggu pemberangkatan ke negara ketiga atau negara tujuan. Status itu membuat kehidupan sosial pengungsi sangat terbatas.

"Hal ini dikarenakan ia tidak diperbolehkan bekerja dan tidak memiliki pendidikan yang tinggi, oleh karenanya ia bersyukur meskipun dengan waktu tunggu yang tidak sebentar akhirnya mendapatkan kesempatan resettlement," Alimuddin.

Baca Juga: Tahun Ini, 16 Pengungsi Asing Dipulangkan ke Negara Asal

2. Di Australia, Abdul akan bekerja di toko bahan makanan

Proses resettlement pengungsi asing asal Afganistan dari Makassar ke Australia/ Dok. Rudenim Makassar

Abdul merupakan satu dari sekian banyak pengungsi asing yang mesti bersabar menunggu proses pemukiman kembali sampai permohonannya diterima oleh negara tujuan. Sebagian besar dari mereka kini masih ditempatkan di lokasi penampungan pengungsi di Kota Makassar.

Abdul sendiri berencana untuk memulai hidup baru dengan bekerja saat berada di Australia. Dia bersyukur kesabarannya menunggu bertahun-tahun akhirnya terwujud. "Menurut keterangannya akan bekerja di toko bahan makanan di Australia nanti," ucap Alimuddin.

Baca Juga: Demo Pengungsi Asing di Kantor UNHCR Makassar Berakhir Ricuh

Berita Terkini Lainnya