TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Kasus Baru Positif COVID-19 di Sulsel Bertambah 135 Pasien

Total positif COVID-19 di Sulsel mencapai 64.020 kasus

Ilustrasi Tes Usap/PCR Test. IDN Times/Hana Adi Perdana

Makassar, IDN Times - Kasus baru positif COVID-19 di Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Selasa (29/6/2021), bertambah 135 pasien. Dengan demikian, per hari ini, total akumulasi kasus COVID-19 di Sulsel menjadi 64.020 sejak kasus pertama diumumkan pada 19 Maret 2020.

Berdasarkan data Satgas Penanganan COVID-19 Sulsel, dari total angka akumulatif itu, sebanyak 61.842 orang sembuh setelah bertambah 73 orang dan 978 orang meninggal dunia setelah bertambah 2 orang. 

Adapun jumlah spesimen yang diperiksa dari tes usap dalam 24 jam terakhir adalah 1.433 spesimen.

1. Makassar masih mendominasi

Ilustrasi virus corona (IDN Times/Sukma Shakti)

Makassar masih mendominasi jumlah penambahan kasus. Dari total kasus hari ini, 68 di antaranya berasal dari Makassar. Sisanya 18 dari Barru, 14 dari Palopo, 10 dari Selayar, dan 5 dari Sinjai.

Kemudian, masing-masing 4 dari Pangkep, Pinrang, Tana Toraja dan Toraja Utara. Serta masing-masing 2 dari Bantaeng dan Jeneponto.

Penambahan kasus harian yang signifikan dalam beberapa hari terakhir ini terjadi di tengah penguatan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro.

Baca Juga: Pemprov Sulsel Telah Vaksinasi COVID-19 Ratusan ODGJ di RSKD Dadi

2. Lonjakan kasus kebanyakan imported case

Ilustrasi corona. IDN Times/Mardya Shakti

Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menilai lonjakan kasus ini kebanyakan berasal dari imported case atau kasus yang berasal dari luar. Untuk itu, pemprov memperketat penjagaan di pintu masuk Sulsel.

"Jadi kita sudah bagi wali kota nanti untuk pelabuhan karena wilayahnya. Tentu koordinasi dengan Dinas Kesehatan provinsi, kemudian Maros. Dua ini kan memang paling besar angka masuk keluar provinsi," ujarnya di RSKD Dadi, Senin 28 Juni 2021.

Kendati demikian, Sudirman mengatakan perkembangan kasus COVID-19 di Sulsel masih terkendali selama bulan Maret, April, Mei hingga Juni. Dia pun berharap pihaknya dapat terus mengendalikan kondisi ini. 

"Intinya yang namanya COVID-19 kencang ganas perlu diwaspadai. Instruksinya bagaimana di Sulsel, tetap perketat saja, pakai masker, jaga jarak kerumunan. Tapi jalankan ekonomi seperti biasa karena ini beriringan," katanya lagi.

Baca Juga: 1 Juli, Kontingen PON Sulsel Mulai Divaksinasi COVID-19

Berita Terkini Lainnya