TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Ada Wacana PPKM Dicabut, Masyarakat Harus Tetap Patuh Prokes

Tren kasus COVID-19 sudah semakin mereda

Ilustrasi PPKM(ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan)

Makassar, IDN Times - Ada wacana pemerintah mencabut status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) terkait COVID-19 di akhir tahun 2022. Jika itu terjadi, masyarakat diharapkan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan Rosmini Pandin menerangkan bahwa pemerintah daerah belum menerima informasi soal rencana pencabutan status PPKM. Semua tergantung keputusan pemerintah pusat.

"Kalau sepengetahuan saya itu, belum bisa dicabut menunggu keputusan dari presiden," kata Rosmini, Selasa (27/12/2022).

Baca Juga: Jokowi: PPKM Dicabut Tunggu Sero Survei 90 Persen

1. Harus tetap menerapkan prokes

(IDN Times/Istimewa)

Rosmini menyatakan setuju saja jika memang pemerintah pusat berniat mencabut status PPKM. Namun yang harus diperhatikan yaitu walaupun kasus COVID-19 naik turun, tetap ada kekhawatiran bahwa pada saat Natal dan Tahun Baru kasusnya justru naik.

Rosmini mengingatkan bahwa meski status PPKM dicabut, masyarakat harus tetap mengutamakan keamanan dalam berkegiatan di luar rumah.

"Kalau ada perintah, kami pasti laksanakan dan selesaikan. Tapi kita tetap harus berhati hati, kan harus safety. Harus protokol kesehatan, vaksinasi, dan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat), kata Rosmini.

2. Kasus COVID-19 terus mereda

Ilustrasi virus corona (IDN Times/Arief Rahmat)

Terkait kasus COVID-19, Rosmini menyebutkan bahwa kondisinya belum mereda 100 persen. Namun kabar baiknya, kasus COVID-19 tidak parah seperti di awal-awal masa pandemik. 

"Secara umum melandai, kadang naik kadang turun tergantung pada pemeriksaan. Tetapi alhamdulillah tidak terlalu seperti dulu, masih ada kita dapat (kasus) tapi gejalanya tidak terlalu berat.Tetapi kan sasaran vaksinasi belum mencapai target," kata Rosmini.

Baca Juga: Epidemiolog Sebut Tak Ada Kaitan PPKM dengan Penurunan Kasus COVID-19

Berita Terkini Lainnya