Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Debat Pertama Pilkada Sulawesi Utara 2024 Diwarnai Mati Listrik

Debat Pertama Pilkada Sulawesi Utara 2024 Diwarnai Mati Listrik
Debat pertama Pilkada Sulawesi Utara 2024 di Kotamobagu, Rabu (9/10/2024). Dok. Youtube KPU Sulut
Intinya Sih
  • Debat pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara di Sutanraja Hotel Kotamobagu terhenti karena mati listrik selama 1 jam.
  • Tema debat pertama adalah Pemberdayaan Ekonomi Lokal, Ketahanan Pangan, Pariwisata, Pengelolaan Sumber Daya Alam, dan Tata Ruang Wilayah yang Berwawasan Lingkungan.
  • Paslon memperdebatkan isu food loss and food waste, KEK Likupang, dan tambang rakyat serta upaya peningkatan kewirausahaan di kalangan anak muda Sulut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Manado, IDN Times – Debat pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara telah berlangsung, Rabu (9/10/2024). Debat yang berlangsung di Sutanraja Hotel Kotamobagu pada pukul 19.00 Wita ini sempat terhenti selama kurang lebih 1 jam lantaran mati listrik.

Hal ini terjadi saat paslon nomor urut 3, Steven Kandouw-Alfret Denny Tuejeh, sedang menyampaikan visi dan misi. Setelah dicek, ternyata mesin genset yang dipakai panitia jebol.

KPU Sulut pun meminta maaf atas kejadian tersebut dan berjanji tak akan terulang. "Kami mohon maaf kepada tiga paslon terutama paslon nomor urut 3. Ini di luar ekspektasi kami. Setelah kami cek, genset yang disiapkan jebol," katanya.

1.Galakkan sisa makanan menjadi pupuk kompos dan pakan ternak

Bakal Calon Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, saat debat Pilkada Sulut 2024 di Kotamobagu, Rabu (9/10/2024). Dok. Youtube KPU Sulut
Bakal Calon Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, saat debat Pilkada Sulut 2024 di Kotamobagu, Rabu (9/10/2024). Dok. Youtube KPU Sulut

Meski sempat mati listrik dan jaringan tersendat, debat tetap berjalan. Tema debat pertama ini adalah  Pemberdayaan Ekonomi Lokal, Ketahanan Pangan, Pariwisata, Pengelolaan Sumber Daya Alam, dan Tata Ruang Wilayah yang Berwawasan Lingkungan.

Ketika pertanyaan panelis terkait isu food loss and food waste, paslon nomor urut 1, Yulius Selvanus Lumbaa-Komaling dan Johanes Victor Mailangkay menyatakan niatnya untuk menggalakkan pemanfaatan sisa-sisa makanan. “Bisa digunakan menjadi pupuk kompos dan bahan pangan untuk sumber daya lain seperti binatang,” ucap Victor.

Untuk melancarkan program tersebut, perlu adanya sosialisasi. Selain sosialisasi pemanfaatan food loss and food waste, diperlukan juga sosialisasi terkait makan secukupnya.

2.Masalah KEK Likupang dan tambang rakyat di Minut

Salah satu panelis saat mengambil undian sub tema debat Pilkada Sulawesi Utara 2024 di Kotamobagu, Rabu (9/10/2024). Dok. Youtube KPU Sulut
Salah satu panelis saat mengambil undian sub tema debat Pilkada Sulawesi Utara 2024 di Kotamobagu, Rabu (9/10/2024). Dok. Youtube KPU Sulut

Saat sesi tanya jawab paslon, paslon nomor urut 2, Elly Engelbert Lasut-Hanny Joost Pajouw, sempat menyentil terkait nasib Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Likupang dan tambang rakyat di sebelah barat Kabupaten Minahasa Utara yang dinilai masih semrawut.

Menurutnya, dua hal tersebut tak bisa berdampingan. Isu kerusakan lingkungan tentu bisa mengganggu promosi pariwisata termasuk masuknya investor.

Di sisi lain, paslon nomor urut 3, Steven Kandouw-Alfret Denny Tuejeh justru berpendapat sebaliknya. “Dua-duanya bisa berjalan bersama. Yang penting kita duduk bersama-sama dengan rakyat yang menambang agar tetap sesuai regulasi,” kata Steven.

3.Kewirausahaan masuk kurikulum sekolah

Debat Pilkada Sulawesi Utara 2024 di Kotamobagu. Dok. YouTube KPU Sulut
Debat Pilkada Sulawesi Utara 2024 di Kotamobagu. Dok. YouTube KPU Sulut

Sektor kewirausahaan juga menjadi isu yang disorot dalam debat kali ini, khususnya peningkatan sumber daya manusia (SDM) dan jiwa kewirausahaan. Namun, yang tak kalah penting adalah menumbuhkan jiwa persaingan di kalangan anak muda.

Hal tersebut diungkapkan oleh Hanny Joost Pajouw. Menurut Hanny, kurangnya minat berwirausaha di kalangan anak muda Sulut disebabkan kurangnya rasa persaingan.

“Untuk itu salah satu upayanya adalah materi entrepreneur ini wajib dimasukkan kurikulum. Jangan orang berbondong-bondong mau jadi PNS aja, seharusnya pengusaha juga,” tuturnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Irwan Idris
Savi
Irwan Idris
EditorIrwan Idris
Savi
EditorSavi

Latest News Sulawesi Selatan

See More