Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Zudan Minta Orangtua di Sulsel Ikhlas jika Anaknya Tidak Lulus  PPDB

Pj Gubernur Sulawesi Selatan, Zudan Arif Fakrulloh. (IDN Times/Istimewa)
Pj Gubernur Sulawesi Selatan, Zudan Arif Fakrulloh. (IDN Times/Istimewa)
Intinya sih...
  • Pj Gubernur Sulsel mengingatkan orang tua terima kenyataan jika anak tak lolos PPDB, hindari kecurangan
  • Zudan menekankan pentingnya pemahaman dan keikhlasan masyarakat saat anak tidak memenuhi persyaratan sekolah negeri
  • Sekolah swasta juga pilihan, Zudan menegaskan perlu pembangunan sekolah swasta yang lebih baik lagi
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times - Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2024 telah selesai dilaksanakan. Namun Pj Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Zudan Arif Fakrulloh, mengingatkan kepada orang tua agar menerima kenyataan ketika anaknya tidak lolos PPDB.

Menurut Zudan, peran orang tua sangat penting mencegah kecurangan dalam PPDB. Meski sudah ada satgas, namun yang terpenting adalah pemahaman dan keikhlasan masyarakat ketika anaknya tidak mampu memenuhi persyaratan yang sudah ditetapkan.

"Banyak yang pengen nitip, tolong pak anak saya pengen masuk SMA yang bagus di sini, ternyata zonasinya tidak terpenuhi, prestasinya juga tidak terpenuhi. Ini harus ikhlas, anaknya tidak bisa masuk," kata Zudan, Kamis (11/7/2024).

1. Masih banyak sekolah swasta

ilustrasi pelajar SMA. (IDN Times/Istimewa)
ilustrasi pelajar SMA. (IDN Times/Istimewa)

Zudan mengatakan sekolah bukan hanya negeri tapi ada juga sekolah swasta. Ibaratnya seperti perguruan tinggi negeri yang bisa didaftar melalui jalur prestasi, tes dan mandiri, ada juga perguruan tinggi swasta.

"Yang tidak bisa masuk juga harus ikhlas sekolah di swasta. Tentu di sinilah peran pemerintah untuk juga membangun yang swasta juga lebih bagus lagi," kata Zudan.

Saat ini, juga banyak sekolah swasta yang tidak kalah bagusnya dengan sekolah negeri.

2. Ada sistem yang berubah

Ilustrasi siswa (Unsplash.com/Syahrul Alamsyah)
Ilustrasi siswa (Unsplash.com/Syahrul Alamsyah)

Zudan pun menegaskan bahwa PPDB jalur zonasi merupakan bentuk pemerataan pendidikan. Namun dia mengakui sistem ini tidak semudah membalikkan telapak tangan.

"Dibuat satgas langsung selesai. Tidak. Karena sistem yang berubah. Dulu kan tidak ada zonasi. Sekarang dengan zonasi," kata Zudan.

3. Sistem zonasi harus terus dievaluasi

Ilustrasi pendaftaran dan verifikasi PPDB (Pexels.com/Junior Developer)
Ilustrasi pendaftaran dan verifikasi PPDB (Pexels.com/Junior Developer)

Di sisi lain, Zudan juga mengakui sistem PPDB zonasi belum merata. Untuk itu, sistemnya harus dibuat lebih baik dan dievaluasi terus-menerus karena kondisi setiap daerah belum tentu sama.

"Saya sudah pengalaman di tiga provinsi. Di Gorontalo, Sulbar, Sulsel, itu kondisinya berbeda-beda. Jadi satu sistem nasional harus disesuaikan dengan sistem yang realisitk yang ada di tiap daerah," kata Zudan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Irwan Idris
Ashrawi Muin
Irwan Idris
EditorIrwan Idris
Follow Us

Latest News Sulawesi Selatan

See More

Rapat Dewan Pengupahan Sulsel, Angka Final UMP 2026 Belum Dibahas

16 Des 2025, 21:40 WIBNews