Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Zudan Lanjutkan Program Tanam Pisang Cavendish dan Sukun Era Bahtiar

Zudan Lanjutkan Program Tanam Pisang Cavendish dan Sukun Era Bahtiar
Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan, Zudan Arif Fakrulloh/Istimewa
Intinya Sih
  • Zudan Arif Fakrulloh akan melanjutkan program tanam pisang cavendish dan sukun sesuai dengan APBD dan RKPD 2024.
  • Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan, Zudan, tidak membawa program baru, namun fokus pada penajaman program yang sudah ada.
  • Zudan juga akan mempercepat pelayanan publik dengan menerapkan tanda tangan elektronik, terutama di bidang pertanian, kesehatan, stunting, dan kemiskinan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Makassar, IDN Times - Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan, Zudan Arif Fakrulloh, menyatakan bakal meneruskan program tanam pisang cavendish dan sukun era Bahtiar Baharuddin. Menurut Zudan, program-program yang tertuang dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) 2024.

Hal ini disampaikan Zudan di hadapan awak media ketika ditanyai mengenai keberlanjutan program tanam pisang cavendish dan sukun di Kantor Gubernur Sulsel, Senin (20/5/2024). 

"Jadi semua yang sudah diprogramkan, kita jalankan karena sudah ada di dalam APBD dan RKPD. Jadi kita melanjutkan karena prinsp pemerintahan itu melanjutkan apa yang sudah disusun oleh pejabat-pejabat sebelumnya," kata Zudan. 

1. Menajamkan program yang sudah ada

Proyek penanaman pisang cavendish di Sulawesi Selatan diinisiasi Pj Gubernur Bahtiar Baharuddin. (dok. Pemprov Sulsel)
Proyek penanaman pisang cavendish di Sulawesi Selatan diinisiasi Pj Gubernur Bahtiar Baharuddin. (dok. Pemprov Sulsel)

Program tanam pisang dan sukun merupakan salah satu program strategis Pemprov Sulsel di era pemerintahan Bahtiar selama 8 bulan terakhir. Dengan pergantian penjabat ini maka muncul kekhawatiran bagaimana nasib pisang cavendish dan sukun yang ditanam besar-besaran dalam 8 bulan terakhir.

Namun Zudan menyatakan dirinya sebagai penjabat yang masuk di tengah pemerintahan hanya bisa menajamkan program-program yang sudah ada. Dia pun tidak membawa program baru yang ditawarkan untuk masyarakat. 

"Misalnya program untuk peningkatan sumber daya manusia kita pertajam bagaimana untuk tingkat SD, SMP, SMA, S1, S2, S3. Kemudian penanganan kesehatan, kemiskinan, stunting, infrastruktur kita lakukan penajaman karena programnya sudah ada. Kalau seperti saya Pj di tengah, itu baru bisa membawakan program baru nanti di perubahan APBD," kata Zudan.

2. Fokus mempercepat pelayanan publik

Pj Gubernur Sulsel Zudan Arif Fakrulloh meluncurkan Gerakan Sulsel Menanam. (Dok. Istimewa)
Pj Gubernur Sulsel Zudan Arif Fakrulloh meluncurkan Gerakan Sulsel Menanam. (Dok. Istimewa)

Dalam waktu dekat, Zudan juga bakal fokus mempercepat pelayanan publik. Salah satunya dengan menerapkan tanda tangan elektronik. 

"Yang itu (tanda tangan elektronik) sudah sangat siap. Di Sulawesi Selatan ini sudah siap untuk berlari karena SDM-nya bagus, infrastrukturnya juga bagus. Maka saya percaya betul pelayanan publik kita akan cepat bagus," kata Zudan.

Percepatan pelayanan publik ini, kata Zudan, akan berlaku juga untuk bidang pertanian, perkebunan, hortikultura, kesehatan, penanganan stunting, dan kemsikinan.  

"Untuk indeks pembagunan kita akan fokus di pendidikan, pengembangan sumber daya manusia," kata Zudan.

3. Meminta dukungan dari pejabat Pemprov

Pj Gubernur Sulsel Zudan Arif Fakrulloh. (IDN Times/Ashrawi Muin)
Pj Gubernur Sulsel Zudan Arif Fakrulloh. (IDN Times/Ashrawi Muin)

Di hari pertama berkantor, Zudan juga telah memperkenalkan diri kepada seluruh pejabat eselon II, III dan IV. Dia meminta dukungan agar para pejabat Pemprov Sulsel bersedia berbagi visi bersama. 

Dia menekankan pembangunana akan dilaksanakan berdasarkan APBD dan RKPD 2024. Dia pun meminta birokrasi Pemprov Sulsel mempercepat penyelesaian masalah-masalah dan pelayanan.

"Program pendidikan, kesehatan, infrastruktur, lingkungan, ketahanan pangan itu kita lakukan se-masif mungkin, dan secepat mungkin. Jadi pendekatannya kita tidak mau lambat. Kita ingin yang bergerak cermat. Karena dengan teknologi siapa yang cepat akan mengalahkan yang lambat," kata Zudan.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Irwan Idris
Ashrawi Muin
Irwan Idris
EditorIrwan Idris

Latest News Sulawesi Selatan

See More