Makassar, IDN Times - Penggunaan rokok elektrik atau vape pada kalangan remaja perlu mendapat perhatian serius. Kandungan nikotin dalam cairan vape tidak hanya menimbulkan ketergantungan, tetapi juga berisiko mengganggu perkembangan otak, terutama pada usia yang masih dalam masa pertumbuhan.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, dr. Evi Mustikawati Arifin, mengatakan nikotin dalam vape memiliki sifat adiktif tinggi. Paparan zat tersebut dapat memengaruhi kemampuan mengingat, berkonsentrasi, hingga mengendalikan emosi.
"Dari perspektif kesehatan, anggapan bahwa rokok elektrik lebih aman dibandingkan rokok konvensional adalah sebuah kekeliruan fatal," kata Evi, Sabtu (7/11/2026).