Wamenkes: 62 Kasus Super Flu Terdeteksi, Terbanyak di Jawa Timur

- Wamenkes harap masyarakat tidak perlu panik. Super flu merupakan penyakit musiman, dengan 35 kasus terbanyak di Jawa Timur.
- Super Flu tidak seperti Covid-19. Meski lebih infeksius, tetapi bukan seperti Covid-19. Lonjakan kasus terjadi pada pertengahan tahun 2025.
- Dinkes Sulsel pastikan belum ada kasus super flu. Langkah antisipasi terus diperkuat untuk mencegah masuknya penyakit tersebut di wilayah Sulsel.
Makassar, IDN Times - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI, Benjamin Paulus Octavianus, mengungkapkan, hingga saat ini tercatat ada 62 orang di Indonesia yang terdiagnosis super flu. Dari jumlah tersebut, kasus terbanyak ditemukan di Jawa Timur.
1. Wamenkes harap masyarakat tidak perlu panik

Namun, Benjamin meminta masyarakat tetap tenang dan tidak perlu panik. Menurutnya, super flu merupakan penyakit yang sifatnya musiman.
“Super flu yang terdiagnosa ada sekitar 62 kasus, terbanyak di Jawa Timur dengan 35 kasus. Tapi masyarakat tidak perlu khawatir karena flu itu musiman,” ujar Benjamin kepada wartawan di Makassar, Selasa (13/1/2026).
2. Super Flu tidak seperti Covid-19

Ia menegaskan, penyakit tersebut pada dasarnya masih tergolong influenza biasa, meski tingkat penularannya sedikit lebih tinggi.
“Ini hanya flu biasa, namun sedikit lebih infeksius, tapi bukan seperti Covid-19,” lanjut Benjamin.
Benjamin juga menjelaskan, lonjakan kasus super flu sempat terjadi pada pertengahan tahun 2025, sebelum akhirnya menunjukkan tren penurunan.
“Tertinggi waktu Agustus - September dan sejak Desember sudah mulai turun,” pungkasnya.
3. Dinkes Sulsel pastikan belum ada kasus super flu

Sementara itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulawesi Selatan memastikan hingga kini belum ditemukan adanya kasus super flu di wilayah Sulsel. Meski demikian, langkah antisipasi terus diperkuat untuk mencegah masuknya penyakit tersebut.
Diketahui, istilah “super flu” merupakan sebutan yang berkembang di masyarakat untuk virus influenza A (H3N2) subclade K, yang saat ini tengah menjadi perhatian otoritas kesehatan nasional maupun global.
Kepala Dinkes Sulsel, Evi Mustikawati Arifin, mengatakan meski sejumlah daerah di Indonesia telah melaporkan adanya kasus, Sulawesi Selatan masih dalam kondisi aman.
“Sulsel sampai saat ini belum ada kasus super flu ya,” kata Evi kepada wartawan, Kamis (8/1/2025).


















