Ini Ruas Jalan di Sulsel yang Rawan Macet saat Mudik Lebaran 2026

- Dishub Sulsel memetakan 51 titik rawan kecelakaan dan kemacetan jelang mudik Lebaran 2026, dengan 15 ruas jalan berstatus kerawanan tinggi di wilayah padat kendaraan.
- Wilayah paling rawan meliputi Makassar, Maros, Pangkep, Bone, hingga Bulukumba, terutama di jalur utama seperti Jalan Perintis Kemerdekaan dan Poros Maros-Makassar yang sering alami kemacetan panjang.
- Sekitar 210 personel disiagakan di titik strategis serta posko terpadu dibentuk untuk menjaga kelancaran arus mudik, sementara Pemprov koordinasi perbaikan jalan nasional bersama Balai Jalan dan Kemen
Makassar, IDN Times - Dinas Perhubungan Sulawesi Selatan (Dishub Sulsel) memetakan sebanyak 51 titik rawan kecelakaan menjelang arus mudik Lebaran 2026. Dari jumlah tersebut, 15 ruas jalan masuk kategori kerawanan tinggi sekaligus lokasi rawan macet.
Berdasarkan data Dishub Sulsel, sebaran titik rawan terdiri atas 37 titik di jalan nasional, 6 titik di jalan provinsi, dan 8 titik di jalan kabupaten. Titik-titik tersebut tersebar di sejumlah wilayah dengan tingkat kepadatan kendaraan yang tinggi.
Pemetaan tersebut disiapkan sebagai antisipasi menghadapi lonjakan kendaraan saat arus mudik dan balik Lebaran 2026. Hal ini menjadi dasar penempatan personel dan pengaturan lalu lintas di titik-titik yang berpotensi mengalami kepadatan maupun kecelakaan.
1. Tikungan tajam, kepadatan, hingga cuaca ekstrem jadi faktor risiko

Sejumlah potensi risiko tercatat pada titik-titik rawan tersebut. Salah satunya berada di ruas jalan dengan tikungan tajam dan turunan panjang yang berisiko meningkatkan kemungkinan terjadinya kecelakaan, terutama saat arus kendaraan padat.
Kepadatan kendaraan yang terjadi secara mendadak kerap menimbulkan perlambatan arus lalu lintas, terutama di titik penyempitan dan kawasan pasar. Sementara itu, kondisi cuaca ekstrem seperti hujan deras dan angin kencang dapat mengganggu jarak pandang serta meningkatkan risiko insiden di perjalanan.
Pada 15 ruas jalan yang masuk kategori rawan tinggi, sejumlah faktor menjadi pemicu kemacetan. Kondisi jalan yang sempit, aktivitas parkir di badan jalan, keberadaan pasar tradisional, bongkar muat barang, hingga pasar tumpah menyebabkan arus lalu lintas kerap tersendat, terutama saat volume kendaraan meningkat.
2. Sebaran titik rawan kemacetan tertinggi

Wilayah dengan kepadatan dan potensi kerawanan tertinggi berada di Makassar dan sekitarnya, termasuk Maros dan Pangkep. Selain itu, titik rawan juga teridentifikasi di wilayah Pinrang, Sidenreng Rappang (Sidrap), Bone, hingga Bulukumba.
Di Makassar, lokasi tersebut berada di Jalan Urip Sumoharjo, Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan Barombong, Jalan Ir Sutami, dan Jalan Nusantara. Titik rawan juga terpantau di Pakkae, Kecamatan Tanete Rilau, Barru. Kemudian, Jalan Besse Kajuara di Bone dan Jalan Sam Ratulangi di Bulukumba.
Titik rawan lainnya tersebar di Enrekang, tepatnya di Jalan Poros Enrekang-Toraja Pasar Sudu, serta Jalan Poros Sungguminasa-Pallangga dan Jalan Usman Salengke di Gowa. Di Maros, kerawanan terpantau di Jalan Poros Maros-Makassar pada KM 3-4 (Pasar Maccopa), KM 5-6 (Pasar Batangase dan Grand Mall Maros), hingga KM 8-9 (Putaran Latimojong).
Selain itu, kemacetan juga kerap terjadi di Parepare di Jalan Bau Massepe serta di Pinrang di Jalan Sultan Hasanuddin depan Pasar Sore. Kepadatan serupa terpantau di Sidrap tepatnya di Jalan Poros Sengkang serta Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Andi Malingkaan, serta Jalan Veteran di Wajo.
3. Sebanyak 210 personel disiagakan di titik rawan

Selain pemetaan lokasi rawan, Dishub Sulsel juga menyiagakan sekitar 210 personel di berbagai titik strategis. Fokus pengamanan berada di Jalan Perintis Kemerdekaan, jalur wisata, serta pusat perbelanjaan yang diperkirakan mengalami lonjakan aktivitas menjelang Lebaran.
Posko terpadu dibentuk di sejumlah simpul transportasi untuk mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 2026. Lokasinya antara lain di pelabuhan, bandara, Simpang 5 Makassar, serta Maros Simpang 3 yang kerap menjadi titik kemacetan panjang saat periode mudik.
"Persiapan personil sekitar sekitar 210 di beberapa titik yang dianggap rawan kemacetan, terutama di area Jalan Perintis, tempat jalur wisata, dan mall-mall. Kemudian jelang Idulfitri, kita siapkan di masjid yang menyelenggarakan salat Id," kata Kepala Dinas Perhubungan Sulsel, Andi Erwin Terwo, Jumat (27/2/2026).
Area Camba tetap menjadi perhatian dalam pengawasan arus mudik tahun ini. Meski kondisinya dinilai lebih baik dibanding tahun sebelumnya, pengamanan dan mitigasi tetap disiagakan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan.
"Mitigasi kalau terjadi apa-apa di Camba, tapi alhamdulillah sekarang sudah bagus. Tahun lalu kita tempatkan 12 orang di sana bantu," kata Erwin.
Erwin juga menegaskan pengawasan di terminal dan pelabuhan harus berlangsung selama periode angkutan Lebaran. Dia memastikan tidak ada satu pun titik layanan transportasi tersebut yang dibiarkan tanpa kehadiran petugas.
"Personil ini termasuk di terminal dan pelabuhan. Itu tidak boleh kosong," katanya.
4. Pemprov koordinasi perbaikan jalan nasional

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menyebut kendala jalan rusak menjadi salah satu faktor risiko menjelang arus mudik Lebaran 2026. Dia menegaskan pihaknya akan berkoordinasi dengan Balai Jalan Nasional untuk membahas penanganan ruas yang mengalami kerusakan, khususnya di jalur strategis.
"Kita akan melaksanakan koordinasi dengan balai ya, karena ini kan lebih kepada jalan trans nasional, terutama Jalan Perintis sampai turun ke Maros, kita akan berkoordinasi hari Senin kalau tidak salah, ketemu balai," kata Sudirman.
Pembahasan juga akan difokuskan pada langkah penanganan teknis di lapangan. Pasalnya, salah satu yang menjadi perhatian adalah potensi kecelakaan akibat kondisi jalan yang berlubang atau mengalami kerusakan ringan di sejumlah titik.
"Kalau untuk perbaikan-perbaikan jalan strategis nasional kita akan koordinasikan, dan semua kita akan bergerak baik kabupaten, kota maupun nasional," kata Sudirman.
Menteri Perhubungan RI, Dudy Purwagandhi, juga menyebut perbaikan infrastruktur jalan menjadi salah satu fokus utama pemerintah pusat menjelang arus mudik Lebaran 2026. Hal ini untuk memastikan kondisi jalan nasional aman dan nyaman dilalui pemudik.
"Kementerian PU itu secara nasional menargetkan tidak secara keseluruhan, khususnya, jalan yang berlubang akan diperbaiki paling lambat H-10 sebelum lebaran. Jadi diharapkan jalan-jalan yang dilalui pemudik tidak lagi ada lubang-lubang," kata Dudy.











.png)






