Lonjakan Pemudik Lebaran 2026 di Sulsel Diprediksi Capai 6 Juta Orang

- Jumlah pemudik Lebaran 2026 di Sulawesi Selatan diprediksi mencapai 5,4–6 juta orang, naik hingga 20 persen dibanding tahun sebelumnya, dengan mayoritas menggunakan transportasi darat.
- Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 16–17 Maret dan arus balik pada 25–27 Maret 2026, sehingga pemerintah daerah diminta menyiapkan langkah antisipasi sejak dini.
- Dinas Perhubungan Sulsel menyiagakan 230 personel serta membentuk posko terpadu di bandara, pelabuhan, dan titik rawan kemacetan untuk menjaga kelancaran dan keamanan perjalanan pemudik.
Makassar, IDN Times - Pergerakan masyarakat di Sulawesi Selatan diperkirakan mengalami lonjakan signifikan pada Lebaran 2026. Data Dinas Perhubungan Sulsel menunjukkan, total pemudik diprediksi mencapai 5,4-6 juta orang, meningkat 10-20 persen dibanding 2025.
Mayoritas pemudik diperkirakan akan memilih moda transportasi darat. Sekitar 70-75 persen dari total pergerakan orang diprediksi menempuh perjalanan menggunakan mobil dan sepeda motor.
Jalur darat tetap menjadi pilihan utama bagi para pemudik. Moda transportasi udara menyumbang sekitar 10-16 persen, sementara jalur laut berkontribusi 5-9 persen dari total pergerakan.
Hal itu menjadi pembahasan saat rapat koordinasi angkutan lebaran tahun 2026 di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Jumat (27/2/2026). Rapat itu dihadiri langsung oleh Menteri Perhubungan RI, Dudy Purwagandhi dan Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman.
1. Masjid ramah pemudik siap layani warga

Pemudik yang menempuh jalur darat dapat berhenti dan beristirahat di masjid ramah pemudik yang tersebar di titik-titik strategis. Kementerian Perhubungan mencatat total 6.859 masjid di seluruh Indonesia menyediakan fasilitas istirahat, toilet bersih, dan takjil gratis, dengan 307 masjid di antaranya berada di Sulsel.
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menyebutkan pihaknya telah mendata sejumlah masjid yang dapat dimanfaatkan pemudik. Masjid-masjid tersebut dipilih berdasarkan fasilitas memadai, termasuk ketersediaan air bersih, tempat istirahat, dan lahan parkir.
"Kita sudah melakukan inventarisasi beberapa masjid yang mungkin bisa digunakan dengan fasilitas yang memadai bersama Kemenag. Syukur alhamdulillah apabila Pemprov Sulsel maupun kabupaten kota bisa ikut turut bersumbangsih dalam program masjid ramah pemudik," kata Dudy.
2. Puncak arus mudik dan arus balik Lebaran 2026

Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 16-17 Maret 2026. Sementara itu, arus balik diprediksi memuncak pada 25-27 Maret 2026. Untuk itu, Pemprov Sulsel harus mulai bersiap menyambut lonjakan arus mudik itu dari sekarang.
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menyatakan Sulsel termasuk wilayah yang cukup padat dalam penyelenggaraan angkutan Lebaran, terutama untuk transportasi udara dan laut. Dia mengapresiasi pelaksanaan angkutan Lebaran tahun 2025 yang berjalan dengan baik berkat dukungan Pemprov Sulsel dan Forkopimda.
"Semoga tahun ini bisa lebih baik, hal-hal yang menjadi perhatian kami diantaranya cuaca yang perlu menjadi perhatian kita bersama. Perlu melakukan mitigasi berkaitan dengan cuaca, seperti tahun-tahun kemarin," katanya.
3. Personel siaga dan posko terpadu di titik rawan

Untuk mengamankan jalur darat, Dishub Sulsel menyiagakan 230 personel di berbagai titik strategis. Selain itu, posko terpadu juga dibentuk di bandara, pelabuhan, dan persimpangan yang rawan kemacetan.
"Sama dengan tahun lalu, posko itu di pelabuhan, bandara, Simpang 5. Begitu juga titik rawan kemacetan di Maros Simpang 3. Kalau mudik seperti ini luar biasa kemacetan bisa beberapa jam disana. Itu kita antisipasi dengan Dishub kabupaten kota dan kepolisian," kata Kepala Dinas Perhubungan Sulsel, Andi Erwin Terwo, usai rapat tersebut.
Dishub Sulsel menyiagakan tim khusus di wilayah Camba untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan arus mudik. Kondisi di area tersebut saat ini dilaporkan sudah berjalan dengan lancar dan aman.
"Tahun lalu kita tempatkan 12 orang disana bantu. Personil ini termasuk di terminal dan pelabuhan tidak boleh kosong," kata Erwin.







.png)










