Makassar, IDN Times - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sulawesi Selatan (Sulsel), meminta organisasi masyarakat (ormas) keagamaan tidak ikut dalam bisnis tambang. Ormas keagamaan disebut hadir di masyarakat bukan untuk berkonflik dan menambah kerusakan lingkungan.
Direktur WALHI Sulsel, Muhammad Al Amin, menilai tawaran pemerintah agar ormas keagamaan dapat mengajukan Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan menjalankan bisnis pertambangan, seperti upaya adu domba antara ormas keagamaan dengan organisasi lingkungan yang selama ini menyerukan perlindungan dan pemulihan lingkungan.
“Saya berharap sekali supaya ormas Islam, Kristen, Budha, Hindu dan agama-agama lainnya menolak tawaran pemerintah untuk mengajukan IUP dan berbisnis tambang. Ditambah lagi langkah Ini seperti upaya pemerintah untuk membenturkan antara masyarakat korban tambang demgan ormas keagamaan,” kata Amin dalam keterangan persnya di Makassar, Senin (3/6/2024).
