Sejumlah siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 23 Makassar mengikuti kegiatan belajar di ruang kelas, Kamis (23/10/2025). (IDN Times/Asrhawi Muin)
Saat ini, pembangunan sekolah rakyat baru menjangkau 9 dari 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan. Pemerintah daerah menargetkan cakupan penuh dapat tercapai dalam 2 hingga 3 tahun ke depan.
"Kita berharap dua atau tiga tahun itu sudah 100 persen di Sulsel," kata Malik.
Selain itu, sudah ada 13 daerah yang mengusulkan pembangunan sekolah rakyat. Dari jumlah tersebut, 7 daerah masuk prioritas nasional tahun 2026, meski masih bersaing dengan daerah lain di Indonesia.
"Ada kurang lebih 13 kabupaten yang sudah memasukkan proposal. Artinya sudah ada lahan tersedia di kabupaten itu," jelasnya.
Malik mengatakan tahap krusial saat ini berada pada proses verifikasi lahan. Pemeriksaan mencakup status kepemilikan, kelayakan kontur, hingga kelengkapan administrasi seperti amdal dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).
"Sekarang ini masih proses verifikasi terhadap lahan yang betul-betul layak atau tidak layak. Karena ada lahan kalau dia belum balik nama ke pemda, berarti tidak layak. Kalau kondisi lahannya, konturnya ekstrim, kemiringannya ekstrim, itu juga tidak layak," katanya.