Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
One Global Capital Paparkan Peluang Investasi Australia ke Warga Indonesia
Chairman dan Group CEO One Global Capital, Iwan Sunito. (Dok. IDN Times/Istimewa)
  • One Global Capital menggelar roadshow di berbagai kota Indonesia membahas peluang bisnis internasional, investasi properti, dan mobilitas global ke Australia dengan tema 'Think Global, Grow Global'.
  • Perusahaan menampilkan proyek strategis di Australia seperti The Grand Eastlakes dan Five Dock Precinct, dengan total pipeline senilai AUD3,6 miliar dan target pertumbuhan hingga lebih dari AUD6 miliar.
  • Roadshow juga menghadirkan sesi migrasi ke Australia yang dipandu ahli berpengalaman, memberikan wawasan tentang strategi aset global, peluang bisnis lintas negara, serta jalur residensi bagi peserta.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times – One Global Capital menggelar rangkaian "One Global Capital 2026 World Roadshow" di sejumlah kota besar Indonesia sepanjang Juni 2026. Kegiatan ini menghadirkan forum edukasi, networking, dan diskusi mengenai peluang bisnis internasional, investasi properti, hingga mobilitas global ke Australia.

Roadshow tersebut mengusung tema "Think Global, Grow Global: Business, Property & Migration Insights from Australia". Acara ini hadir di tengah meningkatnya minat investor, entrepreneur, profesional, dan keluarga Indonesia untuk memperluas peluang usaha dan investasi ke pasar global.

1. Australia dinilai masih menarik bagi investor Indonesia

Kawasan Five Dock di Sydney, Australia, lokasi pengembangan perusahaan properti One Global Capital yang didirikan orang Indonesia Iwan Sunito. (Dok. Istimewa)

Chairman dan Group CEO One Global Capital, Iwan Sunito, mengatakan Australia tetap menjadi salah satu negara yang menarik untuk dipelajari karena menawarkan stabilitas ekonomi, transparansi hukum, kualitas pendidikan, serta lingkungan bisnis yang kuat. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi daya tarik bagi masyarakat Indonesia yang ingin membangun aset dan koneksi internasional dalam jangka panjang.

Roadshow ini tidak hanya berlangsung di Indonesia. Dalam beberapa bulan ke depan, One Global Capital juga akan melanjutkan rangkaian kegiatan serupa ke Singapura, China, Hong Kong, Vietnam, dan Amerika Serikat.

"Di era yang semakin dinamis, banyak keluarga dan pelaku bisnis tidak hanya mencari pertumbuhan, tetapi juga stabilitas, konektivitas global, serta akses ke peluang internasional yang lebih luas. Australia menawarkan kombinasi yang menarik antara lingkungan bisnis yang stabil, kualitas hidup yang tinggi, dan akses ke jaringan global yang semakin relevan bagi masyarakat Indonesia," ujar Iwan Sunito.

Dalam kegiatan tersebut, Iwan Sunito akan didampingi putranya, Samuel Sunito, yang menjabat Director of Capital One Global Capital. Tur Indonesia juga dikoordinasikan oleh Bambang Irawan dan Philip Yang selaku Joint Managing Vice President One Global Capital Indonesia, serta Herman Suwito sebagai National Channel Agents Coordinator One Global Capital Indonesia.

2. Pamerkan sejumlah proyek strategis di Australia

One Global Capital, platform pengembangan dan investasi properti global berbasis di Sydney, mengumumkan akuisisi lahan di kawasan Five Dock. (Dok. IDN Times)

One Global Capital turut memaparkan sejumlah pencapaian bisnis yang telah diraih di Australia. Saat ini perusahaan memiliki development pipeline senilai sekitar AUD3,6 miliar dan menargetkan pertumbuhan menjadi lebih dari AUD6 miliar serta Asset Under Management (AUM) menembus AUD1 miliar sebelum akhir 2026.

Salah satu proyek yang disorot adalah The Grand Eastlakes di Sydney. Aset tersebut disebut berhasil meningkatkan pendapatan tahunan dari sekitar AUD1,6 juta menjadi lebih dari AUD2,75 juta, sementara pendapatan operasional bersih meningkat dari sekitar AUD800 ribu menjadi lebih dari AUD1,9 juta setelah dilakukan strategi repositioning dan optimalisasi operasional.

Perusahaan juga mengembangkan One Global Resorts Green Square dan Parramatta yang diklaim mampu meningkatkan tingkat hunian hotel hingga sekitar 99 persen. Selain itu, terdapat proyek One Macquarie Park di Sydney yang tengah dipersiapkan sebagai kawasan hospitality dan mixed-use dengan pendekatan modular construction.

Sementara itu, Five Dock Precinct menjadi salah satu proyek transformasi aset terbesar perusahaan. Kawasan yang diakuisisi sekitar AUD15 juta pada 2002 itu kini memiliki referensi nilai strategis yang disebut melebihi AUD240 juta ketika izin pembangunan keluar, dengan potensi nilai pengembangan lebih dari AUD1,5 miliar.

"Pencapaian tersebut mencerminkan fokus One Global Capital dalam mengidentifikasi aset dengan potensi pertumbuhan tinggi, menciptakan nilai melalui inovasi dan repositioning, serta membangun portofolio proyek yang berkelanjutan untuk jangka panjang," tutur Iwan Sunito.

3. Bahas peluang migrasi dan bisnis lintas negara

One Global Capital merencanakan pembangunan hotel yang akan menggabungkan kesehatan, keberlanjutan, dan inovasi modular di kota Sydney, Australia. (Dok. Istimewa)

Selain membahas investasi dan properti, roadshow ini juga menghadirkan sesi khusus mengenai migrasi ke Australia. Sesi tersebut akan dipandu Philip Au, Registered Australian Migration Agent yang memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun menangani berbagai jalur migrasi dan visa bisnis.

Peserta akan memperoleh wawasan mengenai perkembangan pasar Australia, tren ekonomi global, strategi diversifikasi aset internasional, peluang bisnis lintas negara, pendidikan internasional, hingga jalur residensi dan migrasi. Acara ini juga membuka ruang networking bagi para investor, profesional, dan entrepreneur dari berbagai sektor.

Iwan menegaskan bahwa kegiatan ini diselenggarakan untuk tujuan edukasi dan pertukaran informasi. Karena itu, peserta tetap dianjurkan untuk berkonsultasi dengan profesional independen sebelum mengambil keputusan investasi maupun migrasi.

"Acara ini diselenggarakan semata-mata untuk tujuan edukasi, informasi umum, dan networking. Peserta dianjurkan untuk memperoleh nasihat profesional independen sebelum mengambil keputusan investasi, keuangan, hukum, perpajakan, atau migrasi," terang Iwan.

Menurut dia, roadshow tersebut tidak hanya berbicara tentang properti. Kegiatan ini juga menjadi sarana membangun koneksi internasional dan membuka peluang baru di bidang bisnis, pendidikan, serta mobilitas global.

"Kami meyakini bahwa Indonesia memiliki komunitas entrepreneur dan investor yang semakin matang dan siap menjadi bagian dari gelombang pertumbuhan global berikutnya," tutup Iwan Sunito.

Editorial Team

Related Article