Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

PSU, TPS di Makassar Lebih Sepi dari 14 Februari

PSU, TPS di Makassar Lebih Sepi dari 14 Februari
Suasana pemungutan suara ulang (PSU) di TPS 002, Kelurahan Minasa Upa, Kecamatan Rappocini, Makassar, Sabtu (24/2/2024). (IDN Times/Ashrawi Muin)
Share Article

Makassar, IDN Times - Pemungutan suara ulang digelar di sepuluh tempat pemungutan suara (TPS) di Makassar, Sabtu (24/2/2024). Berbeda dengan pemungutan suara 14 Februari 2024 lalu, TPS lebih saat PSU.

Pantauan IDN Times di TPS 002, Kelurahan Minasa Upa, Kecamatan Rappocini, masyarakat yang memilih tampak sepi. Tidak nampak antrean pemilih seperti pada pemilihan sebelumnya.

Pemungutan suara dimulai pukul 07.00 hingga 13.00 WITA. Hingga pemungutan suara ditutup, ada 111 orang pemilih DPT dan DPTb dari 203 orang.

"Sekitar 50 persenan yang memilih," kata Muhammad Al Qadri selaku Ketua KPPS di TPS tersebut.

1. Antusiasme warga berkurang, ada kegiatan lain

Salah seorang pemilih menggunakan hak suara pada pemungutan suara ulang (PSU) di TPS 002, Kelurahan Minasa Upa, Kecamatan Rappocini, Makassar, Sabtu (24/2/2024). (IDN Times/Ashrawi Muin)
Salah seorang pemilih menggunakan hak suara pada pemungutan suara ulang (PSU) di TPS 002, Kelurahan Minasa Upa, Kecamatan Rappocini, Makassar, Sabtu (24/2/2024). (IDN Times/Ashrawi Muin)

TPS 002 ini hanya mengulang pada pemilihan presiden dan wakil presiden. Pemilih diberi surat suara berwarna abu-abu. KPPS tak menampik antusiasme warga berkurang. Apalagi PSU digelar bukan pada hari libur

"Banyak sekali kurangnya. Mungkin (warga) ada kegiatannya. Warga sempat kaget juga pas diulang, dikiranya ada dua putaran," kata Qadri.

2. PSU digelar atas tindak lanjut rekomendasi Bawaslu

Komisioner KPU Makassar Sri Wahyuningsih. (Dahrul Amri/IDN Times Sulsel)
Komisioner KPU Makassar Sri Wahyuningsih. (Dahrul Amri/IDN Times Sulsel)

Sementara itu, Komisioner KPU Kota Makassar Divisi Teknis Penyelenggaraan, Sri Wahyuningsih, menjelaskan PSU yang berlangsung hari ini merupakan tindak lanjut dari rekomendasi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Makassar.

Sri mengatakan alasan PSU di 10 TPS ini. Salah satunya adalah ketika ada pemilih tidak punya hak pilih di TPS tertentu namun dia memilih di sana.

Pemilih ini, kata Sri, bukan kategori DPT bukan juga pemilih dPTb, atau pun DPK. Pemilih ini seharusnya memilih di luar Makassar.

"Ada pemilih dari luar Makassar yang kemudian menggunakan hak pilih di TPS di Kota Makassar. Nah, itu yang terjadi di 10 TPS itu," kata Sri saat meninjau PSU di TPS 31 di Kelurahan Pabaeng-baeng, Kecamatan Tamalate.

3. Daftar 10 TPS yang PSU di Makassar

Ilustrasi pemungutan suara di Makassar. (IDN Times/Asrhawi Muin)
Ilustrasi pemungutan suara di Makassar. (IDN Times/Asrhawi Muin)

Hari ini, ada 10 TPS yang menggelar PSU. Semua TPS ini tersebar di 5 kecamatan dan 9 kelurahan. Semua TPS itu yakni TPS 021 Kelurahan Katimbang dan TPS 036 Kelurahan Berua (Kecamatan Biringkanayya), TPS 002 Kelurahan Bulogading serta TPS 004 Kelurahan Baru (Kecamatan Ujung Pandang).

Kemudian, TPS 002 Kelurahan Minasa Upa, TPS 036 Kelurahan Minasa Upa, dan TPS 020 Kelurahan Buakana (Kecamatan Rappocini). Selanjutnya, TPS 031 Kelurahan Pa'baeng-baeng dan TPS 028 Kelurahan Barombong (Kecamatan Tamalate) serta TPS 003 Kelurahan Maricaya (Kecamatan Makassar).

Dari hasil pantauannya di beberapa TPS, Sri menyatakan PSU berjalan lancar. Masyarakat tetap hadir di TPS menggunakan hak pilihnya.

"Alhamdulillah cukup banyak, satu TPS tadi saya lihat dan bandingkan dengan pemilih di tanggal 14 Februari itu sudah lebih dari setengah. 50 persen sudah datang mencoblos," kata Sri.

Share Article
Topics
Editorial Team
Ashrawi Muin
EditorAshrawi Muin

Latest News Sulawesi Selatan

See More

Pemkot Targetkan Lahan Jembatan Barombong Rampung Juni 2026

26 Mei 2026, 16:33 WIBNews