Makassar, IDN Times - Antrean BBM di sejumlah SPBU Sulawesi Selatan (Sulsel) mulai terurai setelah pemerintah menerapkan sistem ganjil-genap. Namun, kebijakan pembatasan ini dinilai belum menyentuh persoalan utama, yakni bagaimana Pertamina mengantisipasi lonjakan permintaan dan memastikan distribusi BBM berjalan lancar hingga ke SPBU.
Pengamat Kebijakan Publik dari Lembaga Studi Kebijakan Ekonomi Publik (LSKP) Kafrawi Saenong menilai penerapan sistem ganjil-genap di SPBU menjadi solusi yang tepat untuk sementara waktu dalam mengurai antrean BBM di Sulsel. Namun, pemerintah dan Pertamina perlu membenahi manajemen serta distribusi BBM agar persoalan serupa tidak kembali terjadi.
Kafrawi mengatakan penerapan ganjil-genap terbukti memberikan dampak terhadap kondisi antrean yang sebelumnya mengular di sejumlah SPBU. Menurutnya, kebijakan tersebut dapat digunakan untuk mengantisipasi kondisi sementara meski tetap berpotensi mendapat protes dari kelompok masyarakat tertentu.
"Ya, tentu kalau melihat kondisi antrean, ini kebijakan yang sangat baik ya. Walaupun ada protes dari kelompok masyarakat yang lain misalnya. Tapi untuk mengantisipasi sementara waktu, ini adalah kebijakan yang sangat ideal sehingga kita bisa lihat ini tidak ada lagi antrean-antrean," kata Kafrawi saat diwawancarai IDN Times via telepon, Senin (14/9/2026).
