Pencarian Pesawat ATR Hilang, Basarnas Dirikan Posko di Leang-Leang

- Pencarian pesawat ATR hilang di Leang-Leang, Maros, Sulawesi Selatan.
- Posko pencarian resmi didirikan dengan personel dari Basarnas, TNI, Polri, dan relawan kemanusiaan.
- Tantangan dalam pencarian karena kondisi daerah yang terdiri dari tebing curam, gua dalam, vegetasi rapat, dan cuaca tidak menentu.
Maros, IDN Times – Suasana di kawasan wisata prasejarah Leang-Leang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel), mendadak berubah menjadi pusat kesibukan Tim SAR Gabungan pada Sabtu (17/1/2026). Sebuah posko pencarian resmi didirikan menyusul laporan pesawat jenis ATR hilang kontak di sekitar wilayah itu.
Pesawat yang membawa 10 orang penumpang tersebut dilaporkan hilang sinyal radar saat melintasi area pegunungan karst Maros-Pangkep. Titik koordinat terakhir menunjukkan posisi pesawat berada di sekitar kawasan hutan lebat dan gugusan gunung kars di luar area pemukiman warga Kelurahan Leang-Leang, Lingkungan Panaikang.
Posko yang berlokasi di area pekarangan rumah warga dipenuhi oleh personel dari Basarnas, TNI, Polri, serta relawan kemanusiaan. Tenda darurat, peralatan komunikasi satelit, dan ambulans siaga telah disiapkan di lokasi.
Kepala Seksi Operasi Kantor Basarnas Makassar, Andi Sultan menyatakan bahwa pemilihan Leang-Leang sebagai titik posko didasari pada aksesibilitas dan informasi awal titik yang diduga jatuhnya pesawat ATR.
"Sementara kami pusatkan di sini. Koordinat jatuhnya pesawat masih kita telusuri," ujar Andi Sultan.
Pencarian pesawat di wilayah Leang-Leang memiliki tantangan tersendiri. Kondisi daerah yang terdiri dari tebing-tebing kars yang curam, gua-gua dalam, serta vegetasi yang rapat mempersulit pengamatan udara maupun pergerakan tim darat.
Selain tim darat, 1 unit helikopter dari Lanud Sultan Hasanuddin juga telah dikerahkan untuk memetakan area hutan dari ketinggian. Namun, cuaca yang tidak menentu dan kabut yang cukup tebal turun di sore hari menjadi hambatan bagi efektivitas alat pemantau.
Laporan Muhammad Yusuf dari Maros untuk IDN Times
















