Pencarian Pesawat ATR 42-500 Difokuskan di Puncak Gunung Bulusaraung

Makassar, IDN Times - Tim SAR gabungan terus mencari pesawat Indonesia Air Transport PK-THT yang hilang kontak di wilayah Kabupaten Maros dan Pangkep, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2025). Jelang petang, operasi pencarian difokuskan di kawasan Gunung Bulusaraung.
Sebelumnya Basarnas Makassar mendirikan posko SAR gabungan di kawasan karst Leang-Leang, di Kecamatan Bantimurung, Maros. Namun belakangan fokus pencarian dipindahkan ke kawasan Pangkep.
"Tadi kami melakukan pencarian dengan menggunakan heli dari Lanud. Hasil yang kami diberikan dari heli untuk melihat dari satu titik merah. Kita tidak bisa pastikan dulu bahwa ini adalah serpihan," kata Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar Andi Sultan.
1. Tim SAR telusuri informasi serpihan pesawat ditemukan

Setelah identifikasi dari udara, tim darat diberangkatkan menuju titik tersebut. Sortir pertama menyisir lokasi berdasarkan informasi dari warga, namun hasilnya nihil.
Sortir kedua dan ketiga bergerak menyisir lokasi berdasarkan informasi yang diperoleh dari masyarakat. Beberapa laporan menyebutkan bahwa serpihan pesawat ditemukan di rumah warga setempat.
"Kami menerima informasi potensi dari Bulusaraung juga, sudah kita komunikasi dengan kepala desa atau dusun setempat bahwa sebagian serpihan itu ada di rumahnya Pak Dusun," kata Sultan.
2. Tim gabungan ditambah untuk lanjutkan pencarian

Tim dari Makassar kembali diluncurkan untuk menuju lokasi pencarian. Mereka bergerak bersama tim SAR gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, dan relawan.
"Teman-teman dari Makassar diluncurkan lagi satu untuk menuju ke lokasi. Begitu juga yang dari posko di sini. Bersama tim SAR gabungan semuanya, TNI, Polri dan semuanya menuju ke lokasi dari titik ini untuk melakukan sar di puncak tersebut," kata Sultan.
3. Belum bisa dipastikan soal penemuan serpihan pesawat

Meski serpihan telah terlihat di lokasi, Basarnas belum dapat memastikan apakah itu benar bagian pesawat. Hal ini dikarenakan belum ada konfirmasi resmi dari pihak perusahaan penerbangan.
"Kita kan akan melakukan pencarian pada orangnya dulu. Serpihannya adalah sebuah tanda-tanda tetapi kami tidak bisa pastikan bahwa kami belum ada konfirmasi dari perusahaan atau seperti apa," kata Sultan.
Koordinat sementara pencarian berada di puncak Bulusaraung. Tim masih belum tiba di seluruh titik, sehingga kronologis kejadian belum dapat dipastikan.















