Makassar, IDN Times - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) meminta tambahan kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sebesar 30 persen. Permintaan tersebut disampaikan setelah antrean BBM terjadi di sejumlah wilayah.
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengatakan peningkatan kebutuhan BBM subsidi dipengaruhi migrasi konsumen dari BBM nonsubsidi. Perpindahan tersebut terjadi karena adanya disparitas harga antara BBM subsidi dan nonsubsidi.
"Jadi pada intinya adalah sebenarnya ada migrasi ya, karena disparitas harga antara subsidi dengan non-subsidi ya," kata Andi Sudirman usai rapat monitoring dan evaluasi (monev) pemantauan dan pengawasan penyaluran BBM bersubsidi di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Senin (14/9/2026).
