Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pemkab Bulukumba Klaim Sudah Lama Berupaya Ambil Alih Apparalang
Tebing Pantai Apparalang di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Dok. disparpora.bulukumba,go.id
  • Pemkab Bulukumba mengaku telah lama berupaya mengambil alih pengelolaan kawasan wisata Apparalang yang masih dikelola mandiri oleh yayasan sejak 2016 di atas tanah negara.
  • Pemerintah daerah menempuh berbagai langkah penataan, mulai dari penyusunan kebijakan hingga mediasi dan penegakan hukum, agar pengelolaan Apparalang sesuai regulasi serta menjamin keselamatan pengunjung.
  • Setelah insiden meninggalnya wisatawan Elmi Febrianti akibat terseret ombak, Pemkab Bulukumba menutup sementara kawasan Apparalang dan berencana mengambil alih pengelolaannya dari yayasan tanpa izin resmi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times - Pemerintah Kabupaten Bulukumba mengaku telah lama berupaya mengambil alih dan menata pengelolaan kawasan wisata Apparalang di Desa Ara, Kecamatan Bonto Bahari. Namun, upaya tersebut disebut belum membuahkan hasil karena pengelola yang ada tetap ingin mengelola kawasan tersebut secara mandiri.

Kepala Bidang Humas Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bulukumba, Andi Ayatullah Ahmad, mengatakan Desa Ara telah ditetapkan sebagai salah satu desa wisata melalui Surat Keputusan Bupati Bulukumba. Namun, aspek perizinan dan pengelolaan kawasan wisata Apparalang hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah.

Menurut Ayatullah, pemerintah daerah masih mengkaji berbagai opsi pengelolaan kawasan wisata Apparalang. Langkah itu ditempuh agar destinasi tersebut dapat memenuhi standar keamanan dan kenyamanan bagi pengunjung.

"Kita tentu menyayangkan kejadian yang memakan korban dari pengunjung ini sehingga Pemda menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Elmi Febrianti, warga Kecamatan Herlang," kata Andi Ayatullah Ahmad dalam keterangannya, Selasa (9/6/2026).

1. Apparalang berdiri di atas tanah negara dan dikelola yayasan sejak 2016

Tangkapan layar video rekaman saat korban terombang-ambing di tengah hempasan ombak di kawasan wisata Apparalang Bulukumba, Minggu (7/6/2026). Dok. Istimewa

Ayatullah menjelaskan kawasan wisata Apparalang berada di atas tanah negara. Namun sejak 2016, pengelolaan objek wisata tersebut dijalankan oleh pihak swasta atau yayasan.

"Pemerintah daerah selama ini menginginkan agar pengelolaan kawasan wisata tersebut dapat ditata dan diambil alih supaya lebih tertib serta sesuai dengan aturan yang berlaku. Namun pihak yayasan tetap ingin mengelola secara mandiri," jelasnya.

2. Pemkab mengaku telah menempuh berbagai upaya penataan

Bupati Bulukumba, Muchtar Ali Yusuf meninjau kondisi Pantai Merpati. / Dok. Pemkab Bulukumba

Menurut Ayatullah, Pemerintah Kabupaten Bulukumba telah menempuh berbagai langkah untuk menata kawasan wisata Apparalang. Upaya tersebut mencakup penyusunan kebijakan, penganggaran, koordinasi lintas sektor, mediasi, inventarisasi aset hingga langkah penegakan hukum.

"Pemerintah Kabupaten Bulukumba juga telah menunjukkan komitmen pembangunan kepariwisataan melalui penetapan Desa Wisata dan RIPPARDA," kata Ayatullah. 

Ayatullah menilai persoalan yang berkembang saat ini berkaitan dengan tata kelola kawasan wisata Apparalang. Menurutnya, pemerintah daerah telah lama mengupayakan penyelesaian persoalan tersebut.

Pihaknya berharap penataan dan penyelesaian pengelolaan kawasan wisata Apparalang dapat segera menemukan titik temu. Dengan demikian, destinasi wisata unggulan tersebut dapat dikelola sesuai regulasi serta mengutamakan keselamatan pengunjung.

3. Pemkab tutup sementara Apparalang usai wisatawan meninggal

Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf (kiri) saat berbicara dalam pertemuan dengan Organisasi Perangkat Daerah lingkup Pemerintah Kabupaten Bulukumba di Ruang Kerja Bupati, 4 Maret 2021. (Dok. Humas Pemkab Bulukumba)

Sebelumnya, kawasan wisata Apparalang menjadi sorotan setelah seorang wisatawan bernama Elmi Febrianti (17), warga Kecamatan Herlang, Bulukumba, terseret ombak saat berada di area tebing yang kerap dijadikan spot foto pada Minggu (7/6/2026). Korban sempat hilang dan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah hampir 10 jam pencarian oleh tim SAR gabungan.

Pasca insiden tersebut, Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf memutuskan menutup sementara kawasan wisata Apparalang. Pemerintah kabupaten juga berencana mengambil alih pengelolaan kawasan tersebut. 

Muchtar menyebut kawasan wisata Apparalang selama ini dikelola oleh sebuah yayasan. Menurutnya, yayasan tersebut tidak mengantongi izin resmi dari Pemerintah Kabupaten Bulukumba.

"Ilegal karena tidak ada izin dari Pemkab. Yayasan sendiri yang kelola, yang juga kepala desanya menjadi ketua yayasan," katanya.

Editorial Team

Related Article