Operasi Modifikasi Cuaca Dikerahkan Demi Pencarian Korban Pesawat ATR

- Detail operasi sortieSortie pertama berlangsung pada pukul 06.30 WITA dengan durasi sekitar 1,5 jam di kawasan pegunungan Bulusaraung. Sortie kedua digelar pada pukul 11.30 WITA hingga 13.30 WITA dengan menggunakan bahan semai kalsium oksida (CaO) seberat 1 ton.
- Pelaksanaan bergantung kondisi cuacaOperasi modifikasi cuaca direncanakan berlangsung secara berkelanjutan selama masa pencarian, dengan jumlah sortie harian menyesuaikan aktivitas tim di lapangan. Keselamatan personel menjadi perhatian utama.
- Dukungan BMKG MakassarOperasi modifikasi cuaca kali ini sepenuhnya ditangani oleh BMKG Wilayah IV Mak
Makassar, IDN Times - Tim modifikasi cuaca telah dikerahkan untuk mendukung operasi pencarian korban pesawat ATR 42-500 di pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Selasa (20/1/2026). Langkah ini dimaksudkan untuk mengurai kabut dan awan tebal yang selama ini menutupi lokasi sehingga upaya evakuasi korban dapat berlangsung lebih lancar dan aman bagi tim SAR di lapangan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sulawesi Selatan, Amson Padolo, menjelaskan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman. Arahan tersebut disampaikan setelah briefing bersama Menteri Perhubungan, Kepala Basarnas, dan unsur Forkopimda terkait percepatan pencarian dan evakuasi pesawat ATR 42-500.
"Terkait dengan operasi modifikasi cuaca untuk kelancaran pelaksaanaan evakuasi dan pencarian korban pesawat ATR 42-500. Hari ini, Selasa, 20 Januari 2026 kami telah laksanakan briefing dan ditindaklanjuti dengan sortie pertama dan kedua," kata Amson Padolo.
1. Detail operasi sortie

Sortie pertama berlangsung pada pukul 06.30 WITA dengan durasi sekitar 1,5 jam di kawasan pegunungan Bulusaraung. Sementara itu, sortie kedua digelar pada pukul 11.30 WITA hingga 13.30 WITA dengan menggunakan bahan semai kalsium oksida (CaO) seberat 1 ton.
Operasi ini diarahkan untuk memecah kabut dan awan tebal yang selama ini menyelimuti kawasan pegunungan. Dengan kondisi tersebut, potensi turunnya hujan di area pencarian diharapkan dapat ditekan agar proses evakuasi berjalan lebih aman.
"Diharapkan agar penyemaian ini operasi modifikasi cuaca dapat mengurai kabut yang selama ini menutupi pegunungan bulusaraung dan mengurai awan sehingga tidak turun hujan di lokasi," kata Amson.
2. Pelaksanaan bergantung kondisi cuaca

Amson menyebutkan operasi modifikasi cuaca direncanakan berlangsung secara berkelanjutan selama masa pencarian, dengan jumlah sortie harian menyesuaikan aktivitas tim di lapangan. Meski demikian, pelaksanaannya tetap mempertimbangkan situasi cuaca, mengingat keselamatan seluruh personel SAR menjadi perhatian utama.
"Jadi operasionalisasi pelaksanaan OMC juga tergantung kondisi cuaca. Seperti tadi, beberapa kali cuaca tidak mendukung untuk pesawat terbang, tetapi alhamdulillah sortie bisa dilakukan," kata Amson.
Dalam setiap tahapan pencarian, aspek keselamatan personel menjadi pertimbangan utama. Seluruh keputusan operasional diambil dengan memperhitungkan risiko di lapangan agar tim tetap dapat bertugas dengan aman.
3. Dukungan BMKG Makassar

Operasi modifikasi cuaca kali ini sepenuhnya ditangani oleh BMKG Wilayah IV Makassar. Upaya tersebut diarahkan untuk menciptakan kondisi cuaca yang lebih kondusif di kawasan Pegunungan Bulusaraung sehingga proses pencarian dan evakuasi korban pesawat ATR 42-500 dapat berjalan lebih lancar.
"Jadi pelaksanaan OMC ini dilaksanakan oleh BMKG Wilayah IV Makassar," kata Amson.


















