Ilustrasi pengeroyokan. (IDN Times/Sukma Shakti)
Usai kejadian, korban dan pelaku pengeroyokan dipanggil ke ruang bimbingan dan konseling (BK) dan diminta untuk memanggil orang tua masing-masing untuk hadir pada Senin (8/6/2026). Irma pun meminta pertanggungjawan pihak sekolah dan serta mendesak para pelaku diberi sanksi.
"Info dari anak saya, semua siswa yang memukul kenal semua mukanya dan memang langganan BK, karena ini kejadiannya di sekolah maka saya selaku orang tua korban meminta pertangungjawaban pihak sekolah untuk menindak tegas para pelaku," ungkapnya.
Irma juga menyayangkan pihak sekolah yang dianggap kurang melakukan pengawasan terhadap anak didiknya, sehingga terjadi aksi perundungan dan pengeroyokan. Ia berharap pihak sekolah berbenah agar hal serupa tidak terjadi lagi.
"Saya menghargai pihak sekolah untuk tidak membawa masalah ini ke jalur hukum, tapi saya butuh jaminan dari pihak sekolah bahwa kejadian ini seperti cukup sekali dan tidak akan terulang lagi terhadap anak saya maupun siswa lain," tandasnya.
Kondisi korban saat ini, kata Irma, masih mengeluhkan rasa sakit terutama di bagian kepala dan badannya. "Lecet sedikit di pelipisnya, tapi sudah membaik, cuma kepalanya yang dia rasa sakit karena diinjak-injak, badannya juga sakit semua, untung tidak ada tulang yang patah," tutupnya.