Makassar, IDN Times - Pemerintah pusat mendorong percepatan pengembangan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Sulawesi Selatan, khsususnya Makassar, Maros dan Gowa. Langkah ini diarahkan sebagai solusi untuk mengatasi persoalan timbunan sampah di daerah.
Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menggambarkan skema waste to energy sebagai salah satu pendekatan untuk menekan volume sampah. Pendekatan ini dinilai paling cepat, terutama untuk mengatasi peningkatan sampah di wilayah perkotaan.
Menurutnya, timbunan sampah di wilayah Makassar, Gowa, dan Maros saat ini mencapai sekitar 2.000 ton per hari. Kondisi tersebut dinilai membutuhkan penanganan yang terintegrasi dan berbasis teknologi.
"Selama ini sampah legacy yang cukup banyak, kemudian timbunan sampah yang hampir mencapai 2.000 ton per day untuk 3 kabupaten-kota tadi, maka penyelesaian yang paling cepatnya tentu waste to energy," kata Hanif.
Dia menjelaskan, kebijakan tersebut telah diperkuat melalui Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 yang menjadi landasan dalam percepatan pembangunan proyek PSEL secara nasional.
