Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Menanti Buka Puasa dan Berburu Takjil di Gedung Tua Mulo

Menanti Buka Puasa dan Berburu Takjil di Gedung Tua Mulo
Suasana di halaman Gedung Mulo dalam gelaran Pasar Ramadan Mulo 2026, Jumat (20/2/2026). (IDN Times/Asrhawi Muin)
Intinya Sih
  • Pasar Ramadan Mulo 2026 di Gedung Mulo Makassar kembali digelar sejak 19 Februari hingga 17 Maret, menghadirkan suasana kuliner dan hiburan khas menjelang waktu berbuka puasa.
  • Acara tahun kesembilan ini melibatkan 58 pelaku ekonomi kreatif subsektor kuliner dengan beragam menu, serta mengusung tagline “Berkah untuk Semua” sebagai semangat kebersamaan dan dukungan UMKM.
  • Kegiatan ini dinilai menjadi ruang pertemuan ekonomi yang memperkuat kolaborasi antara panitia, sponsor, dan pelaku usaha kecil dalam mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Makassar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Makassar, IDN Times - Gedung Mulo di Jalan Jenderal Sudirman, Makassar, kembali ramai di awal Ramadan ini. Di halaman bangunan bersejarah itu, aroma pisang ijo, gorengan, dan nasi ayam bercampur dengan riuh pengunjung yang berburu menu berbuka.

Itulah suasana di Pasar Ramadan Mulo (PRM) 2026, yang resmi digelar di Gedung Mulo, sejak 19 Februari hingga 17 Maret 2026. Walau sudah digelar pada Kamis 19 Februari lalu, namun gelaran ini baru resmi dibuka pada Jumat (20/2/2026).

Sejak sore hari, pasar ini akan mulai ramai didatangi pengunjung. Biasanya mereka akan mencari jajanan mulai dari makanan ringan hingga berat. Lalu, mereka akan memilih spot tempat duduk.

Di sela festival kuliner, panggung hiburan tetap ramai. Band performance, games, dan door prize disiapkan untuk menghibur pengunjung selama acara berlangsung.

1. Dari 2017 tetap bertahan hingga tahun kesembilan

IMG_20260220_194222.jpg
Suasana di halaman Gedung Mulo dalam gelaran Pasar Ramadan Mulo 2026, Jumat (20/2/2026). (IDN Times/Asrhawi Muin)

Project Leader PRM 2026, Andi Caezar To Tadampali, mengingat kembali awal mula kegiatan ini. Pasar Ramadan Mulo pertama kali hadir pada 2017. Jika tak ada pandemik COVID-19 pada 2020, tahun ini seharusnya menjadi penyelenggaraan ke-10.

"Tahun ini yang ke-9 karena sempat terhenti saat pandemik," kata Andi Caezar.

Sebanyak 58 pelaku ekonomi kreatif subsektor kuliner terlibat. Deretan tenan menawarkan ragam menu seperti roti bakar, nasi ayam, steak, bakso bakar, hingga kolak dan jalangkote. Western food berdampingan dengan hidangan tradisional yang mampu menciptakan peta rasa yang luas dalam satu kawasan.

Panitia menyiapkan dining area berkapasitas sekitar 200 orang, umbrella area, lesehan, hingga garden area. Dalam satu waktu, kawasan ini dapat menampung 800 sampai 900 pengunjung.

Tagline Berkah untuk Semua terpampang di sejumlah sudut. Bagi Andi Caezar, keberkahan tak hanya diukur dari angka penjualan, tetapi juga dari pertemuan dan saling bantu antara pembeli dan pelaku usaha.

"Pengunjung datang, belanja, membantu UMKM itu membawa keberkahan. Penjualannya itu membantu pengunjung untuk berbuka puasa itu ada keberkahan, dan kami juga punya melaksanakan ini mendapatkan keberkahan sesuai dengan tagline kami Berkah untuk Semua," katanya.

2. Gorengan jadi primadona

IMG_20260220_194129.jpg
Suasana di halaman Gedung Mulo dalam gelaran Pasar Ramadan Mulo 2026, Jumat (20/2/2026). (IDN Times/Asrhawi Muin)

Di salah satu tenan, seorang perempuan paruh baya tampak sibuk melayani pelanggannya. Bunda Lili (55), begitu dia disapa, rupanya termasuk dari salah satu pelaku UMKM binaan Bank Indonesia. Tangannya cekatan membungkus gorengan yang baru diangkat dari wajan.

"Baru kali ini saya dapat tenan di sini," kata Lili sambil tersenyum.

Sehari-hari, Lili memproduksi kacang mete dari rumahnya di Tamalanrea. Pesanan datang secara daring, sesekali dia ikut event atau kegiatan lain. Namun, tampil di PRM memberi pengalaman berbeda.

Hari pertama, pembeli terbilang ramai. Menu yang paling cepat habis justru gorengan seperti jalangkote dan risol. Di rumah, keluarga membantu menggoreng untuk menambah stok saat waktu berbuka semakin dekat.

"Saya jualan menu ayam juga. Ada kolak sama gorengan. Tapi paling laku memang gorengan, apalagi jalangkote dan risol," katanya.

3. Ruang bertemunya ekonomi

IMG_20260220_194400.jpg
Suasana di halaman Gedung Mulo dalam gelaran Pasar Ramadan Mulo 2026, Jumat (20/2/2026). (IDN Times/Asrhawi Muin)

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulawesi Selatan, Andi Mirna, melihat PRM sebagai penggerak ekonomi kreatif, khususnya di Makassar. Kegiatan semacam ini membuka ruang bagi pelaku UMKM bidang kebudayaan dan pariwisata untuk menjangkau pasar lebih luas.

Menurutnya, kegiatan ini tak mungkin berjalan tanpa kolaborasi panitia dan sponsor. Dari kerja bersama itulah roda ekonomi berputar, menghadirkan peluang usaha, menyerap tenaga kerja, dan memberi ruang tumbuh bagi pelaku kecil.

"Temanya ini tadi kan berkah untuk semua, jadi kalau kita belanja juga ini juga bisa kita bersedekah sekaligus memberikan manfaat yang lebih ya Untuk teman-teman yang punya usaha 58 tenan ini," katanya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Aan Pranata
EditorAan Pranata
Follow Us

Latest News Sulawesi Selatan

See More