Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Mayat Pria Mengapung di Sungai Tanralili Maros, Diduga Korban Banjir
Tim SAR evakuasi jasad korban, Minggu (16/2/2025) / Istimewa
  • Mayat pria ditemukan mengapung di sungai Dusun Cambayya, Desa Alleare, Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan pada 16 Februari 2025.
  • Korban diperkirakan berusia 40-50 tahun dan diduga hanyut saat banjir besar melanda Kabupaten Maros pada 11-12 Februari 2025.
  • Proses identifikasi korban masih dilakukan di RSUD dr La Palaloi, menambah jumlah korban jiwa akibat banjir di Kabupaten Maros menjadi tiga orang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times – Sesosok mayat pria ditemukan mengapung di aliran sungai Dusun Cambayya, Desa Alleare, Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Minggu (16/2/2025). 

Kepala BPBD Maros, Towadeng, mengungkapkan bahwa korban diperkirakan berusia 40-50 tahun. Saat ditemukan, tubuh korban dalam kondisi membusuk dan wajahnya sudah membengkak, sehingga sulit untuk dikenali.

"Korban sudah tidak mengenakan pakaian, kondisi wajah sudah bengkak, sehingga sulit kami kenali," ujarnya kepada awak media, Minggu.


Berdasarkan kondisi jasad yang sudah membusuk, korban diperkirakan telah meninggal sekitar 4-5 hari sebelum ditemukan.

Diduga korban banjir

Sungai Dusun Cambayya, Desa Alleare, Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros

Towadeng menduga kuat bahwa korban merupakan salah satu warga yang hanyut saat banjir besar melanda Kabupaten Maros pada 11-12 Februari 2025.

"Diperkirakan mayat ini terbawa arus akibat banjir kemarin dan baru ditemukan hari ini mengapung di sungai Kecamatan Tanralili," jelasnya.

Saat ini, proses identifikasi korban masih dilakukan di RSUD dr La Palaloi. Seorang warga yang kehilangan anggota keluarganya akibat banjir telah mendatangi lokasi penemuan mayat dan diarahkan untuk mengidentifikasi jenazah di rumah sakit.

"Kondisi jenazah sudah membengkak sehingga sulit untuk diidentifikasi, sehingga harus dibawa ke RSUD dr La Palaloi untuk diidentifikasi," tandasnya.

Proses identifikasi masih berlangsung

Ilustrasi jasad. (IDN Times/Mardya Shakti)

BPBD Maros mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga selama banjir agar segera melapor untuk membantu proses pencarian. Dengan ditemukannya korban ini, jumlah korban jiwa akibat banjir di Kabupaten Maros bertambah menjadi tiga orang.

Sebelumnya, dua korban lainnya adalah Alif (19), warga Sanggalea, Kecamatan Turikale, dan Mading (65), warga Desa Abulosibatang, Kecamatan Marusu, yang terseret arus pada 11 Februari 2025.

Editorial Team

Related Article