Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mahasiswa Duduki Kantor Pertamina Sulawesi, Tuntut Transparansi Krisis BBM
Mahasiswa dan buruh menduduki Kantor Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi di Makassar, Senin (14/9/2026). IDN Times/Darsil Yahya
  • Ratusan buruh dan mahasiswa Aliansi Cipayung Plus Kota Makassar mengepung Kantor Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi.
  • Massa meminta penjelasan krisis BBM dan Elpiji 3 Kg serta mendesak Deny Sukendar menemui mereka langsung.
  • HMI Cabang Makassar menuntut keterbukaan data pasokan, penyaluran BBM, dan mitigasi kelangkaan di Sulsel.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Senin (14/9/2026)

Ratusan buruh dan mahasiswa Aliansi Cipayung Plus Kota Makassar mengepung Kantor PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi. Massa merangsek ke area pintu utama kantor.

pukul 18.45 Wita

Massa masih bertahan di Kantor PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi.

hingga kini

Menurut Sarah Agussalim, Pertamina belum membuka data mengenai pasokan dan kebutuhan BBM di Sulsel.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Ratusan buruh dan mahasiswa mengepung Kantor PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi dan menuntut transparansi krisis BBM.
  • Who?
    Aliansi Cipayung Plus Kota Makassar, HMI Cabang Makassar, HMI Cabang Gowa Raya, Arya Perdana, dan Deny Sukendar terlibat dalam aksi.
  • Where?
    Kantor PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi di Jalan Garuda, Kelurahan Kunjung Mae, Kecamatan Mariso, Makassar.
  • When?
    Senin (14/9/2026), dengan massa masih bertahan hingga pukul 18.45 Wita.
  • Why?
    Massa meminta penjelasan mengenai kelangkaan BBM dan Elpiji 3 Kg serta keterbukaan data pasokan dan penyaluran BBM di Sulsel.
  • How?
    Massa merangsek ke pintu utama, sementara polisi dan TNI memasang barikade. Arya Perdana menghubungi Deny Sukendar lewat video call.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Ratusan buruh dan mahasiswa datang ke kantor Pertamina di Makassar. Mereka ingin tahu kenapa BBM dan Elpiji 3 Kg langka. Polisi dan TNI berjaga di pintu kantor. Arya Perdana menelepon Deny Sukendar lewat video, tetapi massa tetap meminta Deny datang langsung. Sampai pukul 18.45 Wita, massa masih bertahan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Upaya Kapolrestabes Makassar menghubungi Deny Sukendar melalui video call membuka ruang bagi massa di Makassar untuk menyampaikan pertanyaan mengenai kelangkaan BBM. Di sisi lain, desakan HMI agar data pasokan dan penyaluran dibuka memperlihatkan perhatian pada kebutuhan informasi yang jelas bagi masyarakat Sulsel di tengah aksi yang berlangsung.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Makassar, IDN Times - Ratusan orang dari kelompok buruh dan organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Cipayung Plus Kota Makassar mengepung Kantor PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi di Jalan Garuda, Kelurahan Kunjung Mae, Kecamatan Mariso, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin (14/9/2026).

Pantaun IDN Times di lokasi, massa telah merangsek masuk ke area pintu utama Kantor PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi. Sementara pihak kepolisian dibantu TNI telah membuat barikade untuk mengawal massa agar tidak masuk ke dalam kantor Pertamina. Hingga pukul 18.45 Wita masssa masih bertahan.

1. Massa merangsek ke area pintu utama kantor Pertamina Sulawesi

Mahasiswa dan buruh menduduki Kantor Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi di Makassar, Senin (14/9/2026). IDN Times/Darsil Yahya

Dua mobil komando masing-masing dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Makassar dan HMI Cabang Gowa Raya (Cagora) saling bersautan mendengungkan orasi. Mereka meminta penjelasan terkait krisis BBM dan gas Elpiji 3 Kg yang terjadi di Sulsel.

Terlihat juga Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana berada di tengah-tengah kerumunan massa yang mendesak Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Deny Sukendar untuk datang menemui massa aksi. Aksi sempat memanas karena yang datang menemui massa hanya staf bukan petinggi Pertamina.

"Ketika pimpinnan tertinggi tidak ada yang menemui kita maka kita duduki tempat ini. Segel ini tempat," teriak massa aksi.

2. Kapolrestabes video call General Manager Pertamina Sulawesi

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana berada di tengah-tengah massa aksi di Kantor Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Senin (14/9/2026). IDN Times/Darsil Yahya

Demi meredam emosi massa, Kapolrestabes Makassar berusaha menghubungi Deny Sukendar melalui sambungan video call untuk memberikan penjelasan mengenai kelangkaan BBM yang terjadi di Sulsel.

"Siapa yang mau memberikan pertanyaan?" tanya Arya kepada massa aksi sambil memperlihatkan panggilann video call dengan Deny Sukendar.

Namun massa kembali menolak dan tetap mendesak Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi datang langsung menemui massa.

"Pak GM datang ke sini Pak GM," ucap salah satu massa sambil menunjuk-nunjuk Deny Sukendar di layar handphone Arya Perdana.

3. Mahasiswa desak Pertamina buka data secara transparan

Mahasiswa dan buruh menduduki Kantor Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi di Makassar, Senin (14/9/2026). IDN Times/Darsil Yahya

Sementara itu, Ketua HMI Cabang Makassar, Sarah Agussalim, mendesak Pertamina Regional Sulawesi membuka secara transparan data pasokan dan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) di Sulawesi Selatan (Sulsel).

"Kami meminta kepada Pertamina, khususnya Regional Sulawesi, untuk mempertanggungjawabkan apa yang kemudian terjadi di masyarakat Sulsel belakangan ini, yang mana terjadi kelangkaan BBM di berbagai SPBU di Kota Makassar khususnya," kata Sarah saat ditemui di sela-sela aksi.

Menurutnya, hingga kini Pertamina belum membuka data mengenai pasokan dan kebutuhan BBM di Sulsel. Kondisi itu dinilai membuat masyarakat tidak mendapatkan informasi yang jelas terkait penyebab kelangkaan dan langkah penanganan yang dilakukan.

Sarah mengatakan HMI Cabang Makassar sebelumnya telah menyampaikan persoalan tersebut kepada DPRD Sulsel. Dari komunikasi itu, pihak DPRD disebut juga mempertanyakan belum adanya data terbuka dari Pertamina mengenai pasokan BBM untuk Sulsel, khususnya Makassar.

4. Soroti kebijakan ganjil genap pengisian BBM

Mahasiswa dan buruh menduduki Kantor Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi di Makassar, Senin (14/9/2026). IDN Times/Darsil Yahya

Selain kelangkaan BBM, HMI Cabang Makassar turut menyoroti surat edaran Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulsel terkait penerapan sistem ganjil genap bagi masyarakat yang hendak mengisi BBM di SPBU.

Sarah menilai kebijakan tersebut justru berpotensi menimbulkan persoalan baru. Salah satunya memicu masyarakat melakukan panic buying atau pembelian secara berlebihan karena khawatir tidak mendapatkan BBM.

"Kami melihat ini kemudian akan menjadi masalah baru. Tentunya ini akan memicu masyarakat untuk melakukan panic buying dan juga terjadinya pengisian secara berulang oleh masyarakat," ujarnya.

HMI juga meminta Pertamina menjelaskan pola mitigasi yang disiapkan untuk menghadapi krisis energi tersebut. Sarah menilai belum terlihat langkah mitigasi yang jelas dari Pertamina dalam mengantisipasi kondisi kelangkaan BBM.

"Kami menuntut transparansi penyaluran BBM dan juga bagaimana mitigasi yang dilakukan oleh pihak Pertamina menghadapi krisis energi di Sulawesi Selatan," katanya.

Dia menyayangkan pemerintah dan DPRD justru menyebut kelangkaan BBM terjadi akibat panic buying masyarakat.

"Kami sangat menyayangkan karena semua stakeholder, baik itu eksekutif maupun legislatif, sama-sama menyalahkan masyarakat dengan dalih bahwa hal ini terjadi karena panic buying," ucap Sarah. HMI, lanjut dia, akan meminta pertanggungjawaban atas insiden tersebut.

Jika GM Pertamina tidak juga menemui massa, Sarah memastikan aksi akan kembali digelar lebih besar.

"Kami tentunya akan melakukan aksi berjilid-jilid. Setelah ini, mungkin teman-teman akan kembali ke sekretariat untuk melakukan aksi konsolidasi lanjutan," pungkasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article