Literasi Terbatas dan Modal Minim Jadi Tantangan Koperasi Merah Putih

- Literasi terbatas jadi kendala utama
- Permodalan masih menjadi tantangan di lapangan
- Pemprov siapkan pelatihan untuk perkuat literasi dan keterampilan pengurus
Makassar, IDN Times - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengakui masih menghadapi sejumlah kendala dalam mendorong operasionalisasi Koperasi Merah Putih di berbagai daerah. Dinas Koperasi dan UMKM Sulsel mencatata tantangan dalam pengembangan operasional koperasi tersebut.
Kepala Bidang Pemberdayaan Dinas Koperasi dan UMKM Sulsel, Indriastuti Saggaf, menilai banyak pengurus koperasi masih kesulitan memahami cara mengelola lembaga secara profesional. Dia menyebut sebagian besar belum memiliki pemahaman yang utuh tentang tata kelola kelembagaan dan strategi pengembangan usaha.
"Kami merangkum aspirasi dari seluruh pengurus, mereka ini memang secara literasi dalam rangka pengelolaan kooperasi masih terbatas sehingga dibutuhkan peningkatan literasi bagi SDM pada pengurus dan pengawas," kata Indriastuti, Kamis (5/11/2025).
1. Permodalan juga masih menjadi tantangan

Selain literasi, persoalan permodalan juga menjadi tantangan di lapangan. Menurut Indriastuti, sebagian besar koperasi masih mengandalkan simpanan pokok dan simpanan wajib dari anggota, sementara jumlah anggota yang aktif belum banyak.
"Karena modal yang terbatas, pemupukan modal dari simpanan pokok ataupun simpanan wajib dari beberapa anggota kooperasi barangkali belum maksimal, karena mungkin anggotanya juga belum banyak yang bergabung sehingga mengembangkan usaha juga masih terbatas," katanya.
Pemerintah juga menggandeng Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk memperluas akses permodalan bagi Koperasi Merah Putih. Melalui kerja sama ini, koperasi diharapkan lebih mudah memperoleh pembiayaan guna menggerakkan usahanya.
2. Pemprov siapkan pelatihan bagi pengurus koperasi

Pemprov Sulsel pun menyiapkan program pelatihan bagi pengurus Koperasi Merah Putih di 24 kabupaten dan kota. Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada November 2025 itu menggunakan dana dekonsentrasi dari Kementerian Koperasi dan UKM.
Indriastuti menjelaskan pelatihan bagi pengurus ini merupakan tahap lanjutan dari program sebelumnya. Sebelumnya, pemerintah telah lebih dulu memberikan pembekalan kepada para Business Assistant (BA) dan Project Management Officer (PMO) yang bertugas mendampingi koperasi di lapangan.
"Nah yang kedua, melalui pelaksanaan pelatihan peningkatan SDM bagi pengurus kooperasi. Kalau tadi kan bagi pelatihan bagi pendamping," kata Indriastuti.
3. Pelatihan dirancang untuk perkuat literasi dan keterampilan pengurus

Indriastuti menjelaskan, pelatihan ini dirancang untuk memperkuat literasi dan keterampilan manajerial para pengurus koperasi. Dengan bekal tersebut, mereka diharapkan mampu mengelola lembaga koperasi secara lebih sehat dan berkelanjutan.
"Harapannya tentu setelah kita lakukan pelatihan peningkatan kepada pengurus, Kooperasi Merah Putih akan meningkatkan literasi daripada pengurus sehingga paham, terbuka, dan mampu mengelola kooperasi sesuai dengan tata kelola kelembagaan," katanya.
Saat ini, total kelembagaan Koperasi Merah Putih di Sulsel telah terbentuk sebanyak 3.059 unit, terdiri atas 2.266 koperasi desa dan 793 koperasi kelurahan. Namun dari jumlah tersebut, baru 200 koperasi yang tercatat mulai beroperasi.



















