Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kualitas Udara Makassar Membaik pada Kamis Pagi, Kategori Sedang
Grafik kualitas udara yang direkam Stasiun Klimatologi di Maros, Kamis (15/10/2026). (Dok. bmkg.go.id)

Makassar, IDN Times - Kualitas udara di Kota Makassar dan sekitarnya di Sulawesi Selatan, membaik pada Kamis pagi (15/10/2026). Berdasarkan pemantauan Stasiun Klimatologi Sulawesi Selatan di Maros, konsentrasi partikulat halus atau PM2.5 turun ke angka 32,5 mikrogram per meter kubik (µg/m³) pada pukul 10.00 WITA.

Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), angka tersebut masuk kategori sedang. Kategori itu untuk konsentrasi antara 15,5-55,4 µg/m³.

Penurunan ini terjadi setelah konsentrasi PM2.5 di Maros sempat berada dalam kategori tidak sehat sejak tengah malam hingga pagi hari. Grafik riwayat pemantauan BMKG menunjukkan konsentrasi partikel tersebut mencapai sekitar 120 µg/m³ pada pukul 00.00 WIB, sebelum berangsur turun dalam beberapa jam berikutnya.

Pada pukul 09.00 WIB atau 10.00 WITA, BMKG mencatat konsentrasi PM2.5 sebesar 32,5 µg/m³. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan pengukuran pada dini hari, meski konsentrasi partikulat halus masih berada dalam kategori sedang.

Grafik BMKG memperlihatkan konsentrasi PM2.5 berada di sekitar 118–120 µg/m³ pada pukul 00.00–02.00 WIB. Angkanya kemudian turun, tetapi masih berada di atas 100 µg/m³ pada pukul 04.00–07.00 WIB. Pada pukul 08.00 WIB, konsentrasinya turun menjadi sekitar 76 µg/m³, sebelum mencapai 32,5 µg/m³ satu jam kemudian.

Data tersebut menunjukkan perubahan konsentrasi PM2.5 yang cukup besar dalam rentang dini hari hingga pagi. Namun, penurunan angka pemantauan ini belum cukup untuk menyimpulkan penyebab memburuknya kualitas udara pada jam-jam sebelumnya.

PM2.5 merupakan partikel berukuran 2,5 mikrometer atau lebih kecil yang dapat terhirup hingga masuk ke bagian dalam paru-paru. Paparan partikel halus dalam konsentrasi tinggi dapat berdampak pada kesehatan, terutama bagi kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, serta orang dengan penyakit pernapasan atau jantung.

Curated For You

Editorial Team

Related Article