Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

KPU Sulsel Agendakan Dua Kali Debat di Pilgub

KPU Sulsel Agendakan Dua Kali Debat di Pilgub
Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel Mohammad Ramdhan Pomanto-Azhar Arsyad dan Andi Sudirman Sulaiman-Fatmawati Rusdi menunjukkan nomor urut dalam Rapat Pleno Terbuka Pengundian dan Penetapan Nomor Urut Pasangan Pilgub Sulsel di Hotel Claro, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (23/9/2024). (ANTARA FOTO/Hasrul Said)
Share Article

Makassar, IDN Times - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Selatan menyiapkan agenda dua kali debat publik atau debat terbuka antar pasangan calon pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel 2024. Lokasinya di Makassar sebagai ibu kota provinsi.

Hal ini berbeda dengan rencana KPU Sulsel sebelumnya, yang ingin menggelar debat di luar Makassar. Adapun dalam Peraturan KPU, debat publik bisa digelar maksimal tiga kali.

"Diskusi kami, ternyata dengan waktu yang sangat pendek ini, makanya kita cukupkan dua, nanti kita lihat kesiapan paslon dn seterussnya. Dan untuk efektivitasnya kami geser ke ibu kota provinsi," kata Ketua KPU Sulsel Hasbullah kepada wartawan di Makassar, Kamis (3/10/2024).

1. Tema dan konsep debat belum diputuskan

Ketua KPU Sulsel, Hasbullah. (IDN Times/Istimewa)
Ketua KPU Sulsel, Hasbullah. (IDN Times/Istimewa)

Hasbullah menyatakan sejauh ini belum diputuskan bagaimana konsep debat Pilgub Sulsel. Tema juga belum diputuskan.

"Yang dua kali masih didiskusikan dengan calon. Model, semua dikomunikasikan dengan pasangan calon, belum diputuskan," ucapnya.

2. KPU Sulsel sempat wacanakan tiga kali debat di luar Makassar

Pengundian nomor urut pasangan calon Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel. Danny Pomanto-M. Azhar Arsyad mendapatkan nomor urut 1, Andi Sudirman Sulaiman-Fatmawati Rusdi nomor 2. (YouTube/KPU Sulsel)
Pengundian nomor urut pasangan calon Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel. Danny Pomanto-M. Azhar Arsyad mendapatkan nomor urut 1, Andi Sudirman Sulaiman-Fatmawati Rusdi nomor 2. (YouTube/KPU Sulsel)

Sebelumnya KPU Sulsel sempat mengagendakan tiga kali debat publik dan dilaksanakan di luar Makassar. Hal itu sesuai dengan tagline, "Pilkada Kami, Pikada Untuk Kita".

"Kata kita bermakna semuanya baik untuk pemilih maupun peserta. Sementara di sisi lain itu, pemilih itu lebih banyak di daerah," ujar Hasbullah.

Namun setelah dipertimbangkan, wacana itu urung dilaksanakan. "Itu aspirasinya disampaikan banyak pihak ke publik, kemudian menerima saran. Dan apa pun itu juga, tetap kita koordinasikan sama kepolisian," dia menambahkan.

3. Debat di Makassar karena alasan efektivitas

Ilustrasi pemilihan kepala daerah (pilkada) (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
Ilustrasi pemilihan kepala daerah (pilkada) (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Hasbullah menegaskan bahwa pemilihan Makassar sebagai lokasi debat semata terkait efektivitas. Hal itu bukan karena persoalan anggaran.

Dia menyebut kesiapan pasangan calon jadi pertimbangan, mengingat wilayah Sulsel sangat luas. Dikhawatirkan paslon terkendala jika harus mengikuti debat di lokasi jauh di tengah jadwal kampanye keliling daerah.

"Persoalan waktu dan kesiapan calon, karena kan efektivitas. Karena rentang kendali Sulsel sangat besar. Kalau tiba-tiba paslon mengagendakan kampanyenya di daerah Luwu misalnya, mereka butuh watu hari ke sini," kata Hasbullah.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Aan Pranata
EditorAan Pranata

Latest News Sulawesi Selatan

See More

Dosen di Sulut Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Kekerasan Seksual

01 Jul 2026, 20:11 WIBNews