KPU Sulsel Agendakan Dua Kali Debat di Pilgub

Makassar, IDN Times - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Selatan menyiapkan agenda dua kali debat publik atau debat terbuka antar pasangan calon pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel 2024. Lokasinya di Makassar sebagai ibu kota provinsi.
Hal ini berbeda dengan rencana KPU Sulsel sebelumnya, yang ingin menggelar debat di luar Makassar. Adapun dalam Peraturan KPU, debat publik bisa digelar maksimal tiga kali.
"Diskusi kami, ternyata dengan waktu yang sangat pendek ini, makanya kita cukupkan dua, nanti kita lihat kesiapan paslon dn seterussnya. Dan untuk efektivitasnya kami geser ke ibu kota provinsi," kata Ketua KPU Sulsel Hasbullah kepada wartawan di Makassar, Kamis (3/10/2024).
1. Tema dan konsep debat belum diputuskan

Hasbullah menyatakan sejauh ini belum diputuskan bagaimana konsep debat Pilgub Sulsel. Tema juga belum diputuskan.
"Yang dua kali masih didiskusikan dengan calon. Model, semua dikomunikasikan dengan pasangan calon, belum diputuskan," ucapnya.
2. KPU Sulsel sempat wacanakan tiga kali debat di luar Makassar

Sebelumnya KPU Sulsel sempat mengagendakan tiga kali debat publik dan dilaksanakan di luar Makassar. Hal itu sesuai dengan tagline, "Pilkada Kami, Pikada Untuk Kita".
"Kata kita bermakna semuanya baik untuk pemilih maupun peserta. Sementara di sisi lain itu, pemilih itu lebih banyak di daerah," ujar Hasbullah.
Namun setelah dipertimbangkan, wacana itu urung dilaksanakan. "Itu aspirasinya disampaikan banyak pihak ke publik, kemudian menerima saran. Dan apa pun itu juga, tetap kita koordinasikan sama kepolisian," dia menambahkan.
3. Debat di Makassar karena alasan efektivitas

Hasbullah menegaskan bahwa pemilihan Makassar sebagai lokasi debat semata terkait efektivitas. Hal itu bukan karena persoalan anggaran.
Dia menyebut kesiapan pasangan calon jadi pertimbangan, mengingat wilayah Sulsel sangat luas. Dikhawatirkan paslon terkendala jika harus mengikuti debat di lokasi jauh di tengah jadwal kampanye keliling daerah.
"Persoalan waktu dan kesiapan calon, karena kan efektivitas. Karena rentang kendali Sulsel sangat besar. Kalau tiba-tiba paslon mengagendakan kampanyenya di daerah Luwu misalnya, mereka butuh watu hari ke sini," kata Hasbullah.


















