Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Korban Penganiayaan di Makassar Siapkan Imbalan Rp5 Juta untuk Cari Pelaku
Korban penganiayaan di Makassar buka sayembara untuk cari pelaku. (Dok. Instagram/nitandanii)
  • Junita, korban penganiayaan di Makassar, membuka sayembara berhadiah Rp5 juta lewat Instagram untuk mencari informasi keberadaan empat terduga pelaku yang terekam CCTV.
  • Polisi telah menerima laporan Junita dan memastikan kasusnya diselidiki oleh Tim Jatanras, dengan fokus mendalami motif serta kronologi tanpa indikasi keterlibatan geng motor.
  • Insiden terjadi saat Junita pulang dari nobar Piala Dunia di Jalan Jenderal Sudirman, ketika ia diserang tiba-tiba oleh beberapa pria berboncengan menggunakan sepeda motor.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times – Junita, korban penganiayaan yang diduga dilakukan empat pria di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, membuka sayembara berhadiah Rp5 juta bagi siapa saja yang bisa memberikan informasi terkait keberadaan para terduga pelaku.

Pengumuman sayembara itu diunggah melalui akun Instagram pribadinya, @nitandanii. Dalam unggahan tersebut, Junita memperlihatkan foto para terduga pelaku dan meminta bantuan masyarakat untuk mengenali identitas mereka.

1. Korban sudah melapor ke polisi

Kantor Polrestabes Makassar. IDN Times/Darsil Yahya

Dalam unggahannya, Junita juga membagikan tangkapan layar CCTV di sekitar lokasi kejadian serta surat laporan polisi lengkap dengan kronologi penganiayaan yang dialaminya. Ia berharap langkah itu bisa mempercepat proses pengungkapan pelaku.

"Siapa bisa kasika info tentang orang ini saya kasi imbalan 5jt," kata Junita.

Junita meminta bantuan warganet untuk mengidentifikasi para terduga pelaku. Ia menyertakan ciri-ciri para pelaku berdasarkan rekaman CCTV yang diperoleh di sekitar lokasi kejadian.

"Ini ciri-ciri, siapa tau ada yg mengenali, mita tolong infonya," ujarnya.

Kepala Seksi Humas Polrestabes Makassar, Kompol Wahiduddin, membenarkan laporan korban telah diterima. Ia menyebut Tim Jatanras sudah turun ke tempat kejadian perkara dan melakukan pendalaman.

"Jadi untuk indikasi pelaku diduga geng motor itu tidak ada," kata Wahid kepada IDN Times, Kamis (25/6/2026).

2. Polisi dalami motif penganiayaan

Empat terduga pelaku penganiayaan seorang perempuan di Makassar. Dok. Istimewa

Berdasarkan kronologis yang diperoleh Tim Jatanras, insiden itu bermula ketika korban dan para pelaku berpapasan di jalan. Dalam pertemuan itu, diduga terjadi kesalahpahaman yang memicu pertikaian.

Polisi menduga para pelaku merasa tersinggung saat saling bertatap dengan korban. Situasi tersebut kemudian berkembang menjadi aksi penganiayaan.

"Ada ketersinggungan dan kesalapahaman sehingga terjadi penganiayaan,"

Saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan terhadap para terduga pelaku. Aparat juga mendalami motif dan memastikan kronologi lengkap dalam kasus tersebut.

"Intinya kasusnya tetap diproses tapi masih didalami apa motifnya," tandasnya.

3. Dianiaya saat pulang nobar Piala Dunia

Perempuan kobran penganiayaan di Makassar, Sulawesi Selatan. Dok. Istimewa

Sebelumnya, Junita mengaku menjadi korban penganiayaan saat dalam perjalanan pulang ke rumah usai menonton pertandingan sepak bola Piala Dunia. Insiden itu terjadi di Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Sabtu (21/6/2026) sekitar pukul 02.20 Wita.

Menurut Junita, para terduga pelaku datang dengan saling berboncengan menggunakan sepeda motor. Mereka disebut tiba-tiba muncul dari arah belakang kendaraan korban sebelum melakukan penyerangan.

"Selesai nobar di Hotel Claro saya mau singgah makan dengan pacarku, tiba-tiba dari belakang pelaku pukul saya dengan keras menggunakan helm," kata Junita.

Editorial Team

Related Article