Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kloter Pertama Jemaah Calon Haji Embarkasi Makassar Diberangkatkan
Jemaah calon haji kloter pertama Embarkasi Makassar memasuki Asrama Haji Sudiang, Rabu (1/5/2025). (IDN Times/Istimewa)
  • 393 jemaah calon haji asal Makassar berangkat dalam kloter pertama, termasuk 130 lansia.
  • Kloter pertama dilepas pada pukul 20.00 WITA dan dijadwalkan lepas landas menuju Madinah pada pukul 03.00 WITA dini hari.
  • Pemeriksaan kesehatan menjadi tahap penting sebelum keberangkatan, terutama bagi jemaah perempuan usia subur.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Makassar, IDN Times - Sebanyak 393 jemaah calon haji asal Makassar, termasuk petugas pendamping, siap diberangkatkan dalam kelompok terbang (kloter) pertama dari Embarkasi Makassar. Dari jumlah tersebut, sekitar 130 orang termasuk dalam kategori lanjut usia (lansia).

Kloter pertama masuk asrama, Rabu (1/5/2025). Rombongan dilepas pada pukul 20.00 WITA dan dijadwalkan lepas landas menuju Madinah pada pukul 03.00 WITA dini hari, Kamis (2/5/2025).

"Jadi untuk kloter satu semua dari Makassar. Alhamdulillah 393 sama petugas," Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Sulsel, Ikbal Ismail.

1. Seluruh jemaah calon haji menjalani serangkaian proses

Kepala Bidang PHU Kanwil Kemenag Sulsel, Ikbal Ismail. (IDN Times/Istimewa)

Sebelum keberangkatan, seluruh jemaah calon haji menjalani serangkaian proses, termasuk pembagian biaya hidup (living cost), gelang identitas, dan pemeriksaan kesehatan akhir. Pemeriksaan ini menjadi tahap krusial yang menentukan kesiapan fisik jamaah untuk menunaikan ibadah haji.

"Jangan sampai ada pada saat pemeriksaan awal di Puskesmas yang dianjurkan untuk minum obat, kalau tidak minum obat, rawan untuk pemeriksaan kesehatan di sini," kata Ikbal.

2. Pemeriksaan kesehatan difokuskan pada kondisi umum

Asrama Haji Sudiang Makassar jadi pintu keberangkatan dan kepulangan jemaah haji asal delapan provinsi di wilayah Indonesia Timur. (Dok. Kemenag Sulsel)

Ikbal menjelaskan pemeriksaan kesehatan difokuskan pada kondisi umum berdasarkan rekam medis sebelumnya. Khusus jemaah perempuan usia subur, tim medis juga memastikan tidak ada yang tengah hamil karena dapat berisiko selama menjalani ibadah di Tanah Suci.

Iqbal juga mengimbau seluruh jemaah calon haji untuk menjaga stamina fisik dan mental. Dia menegaskan ibadah haji adalah ibadah fisik sehingga butuh stamina yang kuat.

"Jaga kesehatan. Ibadah haji ini adalah ibadah fisik. Latih diri untuk jalan kaki. Yang kedua, kemarin buku manasik semua kita sudah berikan pelajari dan semoga dapat menjalankan ibadah haji ini dan meraih haji mabrur," katanya.

3. Skema pemberangkatan dan pemulangan jemaah

Kepala Kanwil Kemenag Sulsel, Ali Yafid. (IDN Times/Istimewa)

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sulsel, Ali Yafid, mengatakan skema pemberangkatan dan pemulangan jemaah kloter pertama telah dirancang dengan matang. Hal ini termasuk penggunaan jalur Madinah baik saat keberangkatan maupun pemulangan.

"Masalah jadwal pemberangkatan jemaah kloter satu melalui Madinah insyaallah masuk Mekkah. Mekkah nanti kembali juga terjadwal di Madinah. Bukan perpindahan, memang itu sudah dijadwal," katanya.

Ali menyebut kepadatan di Bandara Jeddah seringkali menjadi alasan pemulangan dialihkan ke Bandara Madinah. Dia menegaskan seluruh perubahan skema adalah bagian dari kebijakan pemerintah Arab Saudi yang wajib diikuti seluruh pihak.

"Ini bukan kali pertama. Tahun lalu juga ada yang begitu berapa kloter itu dari Madinah, gelombang pertama, masuk Mekkah, kemudian kembali ke Madinah lagi untuk terbang ke Indonesia," kata Ali Yafid.

Curated For You

Editorial Team

Related Article