Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kloter 43 sebagai kloter terakhir pemberangkatan jemaah calon haji Embarkasi Makassar 1447 H/2026 M di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Kamis (21/5/2026) dini hari. (Dok. Kemenhaj Sulsel)
  • Kemenhaj Sulsel merampungkan rekrutmen 100 PPIH kloter untuk mendampingi sekitar 9.670 jemaah haji 2027 dalam perkiraan 25 kloter, masing-masing berisi empat petugas.
  • Petugas yang lolos akan mengikuti bimtek di Pondok Gede atau Asrama Haji Makassar; mereka wajib memenuhi kompetensi jabatan dan lolos pemeriksaan kesehatan dengan kondisi fisik prima.
  • Jemaah kloter pertama direncanakan masuk Asrama Haji Makassar pada 18 April 2027, sementara pembagian kloter menunggu pelunasan biaya haji dan kepastian jumlah jemaah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Makassar, IDN Times - Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sulawesi Selatan telah merampungkan rekrutmen Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kloter untuk musim haji 2027. Sebanyak 100 petugas disiapkan untuk mendampingi jemaah asal Sulsel yang diperkirakan terbagi dalam 25 kelompok terbang (kloter).

Kepala Kanwil Kemenhaj Sulsel, Ikbal Ismail, mengatakan jumlah petugas tersebut menyesuaikan perkiraan kuota kloter yang masih sama seperti musim haji sebelumnya. Setiap kloter akan didampingi empat petugas, yakni ketua kloter, pembimbing ibadah, dokter, dan perawat.

1. Rekrutmen 100 petugas haji sudah rampung

Ilustrasi petugas haji. (IDN Times/Yogie Fadila/MCH 2026)

Ikbal mengatakan, seluruh tahapan rekrutmen petugas haji telah selesai. Saat ini, petugas yang dinyatakan lolos tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti bimbingan teknis (bimtek) sesuai tugas dan penempatannya.

Petugas yang akan bertugas di Arab Saudi dijadwalkan mengikuti pembekalan di Pondok Gede, Jakarta. Sementara itu, petugas pendamping kloter akan mengikuti bimtek di Asrama Haji Embarkasi Makassar.

"Alhamdulillah, kalau proses rekrutmen sudah selesai. Sementara ini petugas mempersiapkan diri untuk mengikuti bimbingan teknis di Pondok Gede Jakarta dan Asrama Haji Embarkasi Makassar," kata Ikbal kepada IDN Times, Jumat (6/11/2026).

Menurutnya, setiap petugas harus memenuhi persyaratan kompetensi sesuai tanggung jawab masing-masing. Pembimbing ibadah wajib memiliki sertifikat pembimbing, sedangkan ketua kloter harus mempunyai kompetensi manajerial.

"Kalau pembimbing otomatis harus memiliki sertifikat pembimbing. Kemudian ketua kloter harus punya kompetensi manajerial. Dokter dan perawat juga harus sesuai dengan keahlian dan kompetensinya masing-masing," jelasnya.

2. Petugas haji kloter harus memiliki kondisi fisik prima

Kepala Kanwil Kemenhaj Sulsel, Ikbal Ismail. Dok/Kemenhaj Sulsel

Selain kompetensi, kondisi kesehatan menjadi salah satu persyaratan penting bagi petugas haji. Mereka dituntut memiliki fisik yang kuat karena harus memberikan pelayanan dan pendampingan kepada jemaah selama perjalanan hingga pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.

Ikbal menjelaskan, pemeriksaan kesehatan atau medical check-up menjadi bagian penting dalam proses seleksi. Calon petugas yang tidak memenuhi persyaratan kesehatan dinyatakan tidak lolos.

"Yang paling penting fisik mereka harus fit betul. Makanya dalam seleksi, salah satu poin yang paling penting adalah medical check-up. Kalau ada yang sakit, tidak lolos. Fisik harus kuat dan kesehatannya betul-betul prima," tegas Ikbal.

3. Kuota jemaah haji Sulsel 2027 berjumlah 9.670 orang

Kedatangan jemaah haji Kloter 43 di Asrama Haji Sudiang, Rabu (1/7/2026). (Dok. PPIH Embarkasi Makassar)

Sementara itu, jumlah jemaah haji asal Sulsel untuk musim haji 2027 sementara tercatat sebanyak 9.670 orang. Jemaah kloter pertama direncanakan mulai masuk Asrama Haji Embarkasi Makassar pada 18 April 2027.

Meski demikian, pembagian kloter dan penentuan daerah asal jemaah yang berangkat pertama masih menunggu kepastian jumlah jemaah setelah proses pelunasan biaya haji.

Ikbal mengatakan, jadwal pelunasan belum ditetapkan karena pemerintah masih menunggu keputusan presiden terkait biaya penyelenggaraan ibadah haji. Setelah jumlah jemaah yang melunasi diketahui, pembagian kloter dapat dilakukan.

"Kami masih menunggu proses pelunasan. Setelah diketahui jumlah masing-masing provinsi, karena kami melayani delapan provinsi, baru kemudian dilakukan pembagian kloter," ungkapnya.

Ia mengimbau calon jemaah agar mempersiapkan diri sejak dini, terutama dengan memenuhi persyaratan istitaah kesehatan sebelum pelunasan biaya haji. Calon jemaah juga diminta mengikuti bimbingan manasik yang diselenggarakan Kemenhaj maupun kelompok bimbingan ibadah haji dan umrah (KBIHU).

"Kami berharap petugas haji menjaga kesehatan dan mempersiapkan fisik untuk melayani tamu-tamu Allah. Begitu pula jemaah agar mempersiapkan pelunasan, memenuhi istitaah kesehatan, serta senantiasa mengikuti bimbingan manasik," kata Ikbal.

Editorial Team

Related Article