Keluarga Tunggu Kabar Soal Florencia Wibisono, Pramugari Pesawat ATR 42-500

- Syok saat lihat manifestSetelah data manifest tersebar, Neltje dan keluarga baru percaya. Neltje juga sempat histeris usai melihat nama anaknya di manifes tersebut.
- Sempat video callFlorencia baru bekerja 2 bulan di maskapai tersebut. Sebelumnya, ia menjadi pramugari di Wings Air selama 14 tahun. Florencia juga rutin berkomunikasi dengan ibu dan keluarga besarnya.
- Berencana menikah tahun iniFlorencia meminta agar keluarga besarnya menjaga sang ibu karena baru keluar dari rumah sakit. Ia pun berencana menikah tahun ini dengan seorang pilot meski belum menetapkan tanggal.
Manado, IDN Times - Florencia Lolita Wibisono (32), tercatat sebagai pramugari yang menjadi salah satu korban kecelakaan pesawat ATR PK THT 42-500 di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Kabar ini mengejutkan keluarganya yang berada di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.
Minggu (18/1/2026) ibu Florencia, Neltje Maramis, bersama sang suami terbang ke Makassar untuk tes DNA. Selain itu, ayah Florencia dan kakaknya juga berangkat dari Jakarta hari ini.
"Kami dapat kabar kemarin dari kakaknya di Jakarta. Awalnya kami tidak langsung percaya," ujar tante Florencia, Suly Mandang, di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado.
1. Syok saat lihat manifest

Setelah data manifest tersebar, Neltje dan keluarga baru percaya. Neltje juga sempat histeris usai melihat nama anaknya di manifes tersebut.
"Setelah itu kami hanya menunggu instruksi dari pihak maskapai," tambah Suly.
Hingga saat keberangkatannya tiba, Neltje tak banyak bicara. Badannya lemas dan wajahnya terus bergetar menahan tangis.
2. Sempat video call

Suly menyebut bahwa perempuan yang akrab disapa Olen itu baru sekitar 2 bulan bekerja di maskapai tersebut. Sebelumnya, ia menjadi pramugari di Wings Air selama 14 tahun. Selain bekerja, Florencia juga masih menempuh pendidikan di Universitas Pelita Harapan (UPH).
Meski sibuk dengan pekerjaan dan pendidikannya, Florencia selalu meyempatkan pulang ke rumah meski tak rutin. Terakhir ia pulang tahun lalu.
Selain itu, Florencia juga rutin berkomunikasi dengan ibu dan keluarga besarnya. "Kemarin baru video call sama-sama karena mamanya baru keluar dari rumah sakit," tambah Suly.
3. Berencana menikah tahun ini

Saat video call terakhir, Florencia meminta agar keluarga besarnya menjaga sang ibu karena baru keluar dari rumah sakit. Ia juga sempat meminta doa kepada Neltje.
"Dia pamit katanya mau terbang dari Yogyakarta ke Makassar, dan dia minta supaya didoakan," tambah Suly.
Florencia pun berencana menikah tahun ini dengan seorang pilot meski belum menetapkan tanggal. Keluarga berharap Florencia segera ditemukan.
"Kami sudah siap kemungkinan terburuknya. Tapi sebagai manusia percaya, kami berharap Ollen bisa selamat," tutur Suly.


















