Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kebakaran di Bontoala Makassar Hanguskan 8 Bangunan, 33 Jiwa Terdampak
Kebakaran di kawasan Tinumbu Lorong 132, Kelurahan Bunga Ejaya, Kecamatan Bontoala, Makassar, Sabtu (10/10/2026) dini hari. (Dok. BPBD Makassar)
  • Kebakaran melanda permukiman di Tinumbu Lorong 132, Bontoala, Makassar, Sabtu dini hari, menghanguskan 8 bangunan semi permanen berupa 7 rumah dan 1 gudang.
  • Sebanyak 9 KK atau 33 jiwa terdampak tanpa korban luka maupun meninggal. Dugaan awal penyebabnya korsleting listrik, sementara penyebab pasti masih diperiksa pihak berwenang.
  • Damkarmat mengerahkan 15 armada bersama BPBD, TNI, Polri, dan pemerintah setempat. Warga terdampak membutuhkan terpal, family kit, serta makanan siap saji.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Makassar, IDN Times - Kebakaran melanda permukiman warga di Tinumbu Lorong 132, Kelurahan Bunga Ejaya, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, Sabtu (10/10/2026) dini hari. Sebanyak 8 bangunan semi permanen, terdiri atas 7 rumah dan 1 gudang, mengalami kerusakan berat.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, Muhammad Fadli Tahar, mengatakan kebakaran tersebut berdampak pada 9 kepala keluarga (KK) atau 33 jiwa. Tidak ada korban luka maupun korban meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.

"Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh korsleting listrik. Namun, penyebab pasti kejadian masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang," demikian keterangan Fadli dalam rilis BPBD Kota Makassar.

1. Kebakaran bermula dari asap rumah kontrakan

Kebakaran di kawasan Tinumbu Lorong 132, Kelurahan Bunga Ejaya, Kecamatan Bontoala, Makassar, Sabtu (10/10/2026) dini hari. (Dok. BPBD Makassar)

Berdasarkan laporan awal BPBD Kota Makassar, kebakaran diketahui setelah seorang warga melihat asap keluar dari salah satu rumah kontrakan. Warga tersebut kemudian memberi tahu warga lainnya.

"Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada warga lainnya, sebelum informasi diteruskan ke Posko Mulia Ujung Tanah untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut," kata Fadli.

2. Sebanyak 15 armada pemadam dikerahkan

Kondisi setelah kebakaran di kawasan Tinumbu Lorong 132, Kelurahan Bunga Ejaya, Kecamatan Bontoala, Makassar, Sabtu (10/10/2026) dini hari. (Dok. BPBD Makassar)

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Makassar mengerahkan 15 unit armada untuk menangani kebakaran tersebut. Armada berasal dari Mako Damkarmat dan Posko Ujung Tanah.

Penanganan di lokasi juga melibatkan BPBD Kota Makassar, TNI, Polri, dan pemerintah setempat. Petugas memadamkan api dan mengevakuasi warga untuk mengendalikan situasi serta mencegah api meluas ke bangunan lainnya.

Akses menuju lokasi kejadian dilaporkan masih dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Hingga laporan awal disusun, belum ada posko pengungsian yang didirikan di lokasi kebakaran.

3. Warga terdampak membutuhkan bantuan darurat

Kondisi setelah kebakaran di kawasan Tinumbu Lorong 132, Kelurahan Bunga Ejaya, Kecamatan Bontoala, Makassar, Sabtu (10/10/2026) dini hari. (Dok. BPBD Makassar)

Sebanyak 9 KK atau 33 jiwa terdampak kebakaran tersebut. Berdasarkan pendataan awal, warga yang terdampak berasal dari enam keluarga, yakni Rizal Razak, M. Yunus, Burhan, Nuryani Anti, Sawati, dan Dg. Halusu.

Adapun kebutuhan mendesak yang diperlukan warga meliputi terpal, family kit, dan makanan siap saji. BPBD Kota Makassar terus berkoordinasi dengan unsur terkait untuk menangani dampak kebakaran dan mengidentifikasi kebutuhan masyarakat terdampak.

BPBD pun mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran dengan memeriksa instalasi listrik, kabel, dan stopkontak secara berkala. Warga juga diminta memastikan peralatan listrik digunakan sesuai standar keselamatan.

"Warga diharapkan memeriksa kondisi kabel, stopkontak, dan peralatan listrik secara berkala serta segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda kebakaran," kata Fadli.

Curated For You

Editorial Team

Related Article