Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kepala DPMPTSP Sulsel, Asrul Sani, memaparkan realisasi investasi Sulawesi Selatan hingga Triwulan III 2026 di Makassar, Senin (2/11/2026). IDN Times/Asrhawi Muin
  • Realisasi investasi Sulawesi Selatan Januari–September 2026 mencapai Rp15,275 triliun, atau 67,56 persen dari target Rp22,580 triliun; masih dibutuhkan sekitar Rp7,305 triliun hingga akhir tahun.
  • Pada triwulan III 2026, investasi mencapai Rp3,872 triliun, didominasi PMDN Rp3,194 triliun dibanding PMA Rp677 miliar.
  • Makassar menyumbang Rp2,280 triliun atau 58,88 persen investasi triwulan III, sementara investasi periode itu menyerap 7.342 tenaga kerja Indonesia dan 288 tenaga kerja asing.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Makassar, IDN Times - Realisasi investasi di Sulawesi Selatan (Sulsel) mencapai Rp15,275 triliun sepanjang Januari hingga September 2026. Angka tersebut setara 67,56 persen dari target investasi tahun 2026 sebesar Rp22,580 triliun.

Capaian tersebut dipaparakan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sulsel, Asrul Sani, saat ditemui di kantornya, Senin (2/11/2026).

"Target sendiri kita ditetapkan Rp22,58 triliun di tahun 2026. Sampai dengan triwulan ketiga kita terealisasi sebesar Rp15,2 triliun. Kalau kita persentasenya 67,56 persen," kata Asrul.

Dengan capaian tersebut, Pemprov Sulsel masih perlu mengejar tambahan investasi sekitar Rp7,305 triliun dalam tiga bulan terakhir untuk memenuhi target tahunan.

1. Investasi Rp3,872 triliun masuk pada triwulan III

Ilustrasi Investasi. (IDN Times/Aditya Pratama)

Secara khusus, realisasi investasi Sulsel pada Triwulan III 2026 mencapai Rp3,872 triliun. Nilai tersebut terdiri atas Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp3,194 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp677 miliar.

Komposisi tersebut menunjukkan investasi domestik masih mendominasi penanaman modal di Sulsel. Nilai PMDN bahkan mencapai lebih dari empat kali lipat dibandingkan PMA pada periode Juli hingga September 2026.

2. Makassar kuasai 58,88 persen investasi Sulsel

Ilustrasi investasi (Foto: IDN Times)

Berdasarkan lokasi penanaman modal, Kota Makassar menjadi daerah dengan realisasi investasi terbesar di Sulsel. Nilainya mencapai Rp2,280 triliun atau setara 58,88 persen dari total investasi Triwulan III 2026.

Kabupaten Luwu Timur menempati posisi kedua dengan realisasi Rp670 miliar atau 17,31 persen. Kabupaten Maros menyusul di peringkat ketiga dengan nilai Rp441 miliar atau 11,40 persen.

Sementara itu, Kabupaten Takalar berada di posisi keempat dengan investasi Rp64 miliar atau 1,68 persen. Kabupaten Luwu melengkapi lima besar dengan realisasi Rp61 miliar atau 1,60 persen.

Dominasi Makassar memperlihatkan konsentrasi investasi masih terpusat di ibu kota Provinsi Sulsel ini. Nilai investasinya bahkan lebih besar dibandingkan gabungan realisasi Luwu Timur dan Maros.

"Kalau dilihat dari sektor, masih besar di sektor jasa memang, makanya Makassar masih terbesar dengan 58 persen," tutur Asrul.

3. Investasi serap 7.342 tenaga kerja Indonesia

Ilustrasi investasi (IDN Times)

Realisasi investasi Sulsel pada Triwulan III 2026 juga berkontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja. Tercatat sebanyak 7.342 tenaga kerja Indonesia (TKI) terserap selama periode Juli hingga September.

Selain tenaga kerja domestik, kegiatan investasi tersebut juga menyerap 288 tenaga kerja asing (TKA).

Curated For You

Editorial Team

Related Article