Inclusion Fest HMJ PKh UNM: Menyuarakan Hak-Hak Teman Disabilitas

Makassar, IDN Times - Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pendidikan Khusus (PKh) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Makassar (UNM), menggelar "Inclusion Fest", dalam rangka mengampanyekan hak-hak penyandang disabilitas.
Kegiatan Inclusion Fest yang diselenggarakan selama tiga hari berisi sejumlah rangkaian kegiatan, mulai dari pawai atau Jalan Santai pada Minggu (3/12/2023) tepat pada momentum Hari Disabilitas Internasional, dilanjutkan pada Senin (4/12/2023) dengan aksi damai menyurakan hak-hak disabilitas dalam lingkup kampus.
"Kemudian Senin (18/12/2023) pentas seni yang merupakan malam puncak kegiatan Inclusion Fest. Adapun tema yang diangkat ialah Memeriahkan Keberagaman dalam Kebersamaan," kata Ketua Panitia, Sabrina Rahayu, dalam rilis persnya, Rabu (20/12/2023).
1. Panggung ekspresi teman disabilitas

Pada momentum Hari Disabilitas Internasional yang jatuh pada tanggal 3 Desember, panitia Inclusion Fest mengundang Sekolah Luar Biasa (SLB) dan Sekolah Inclusi se-kota Makassar dan Gowa untuk terlibat. Kegiatan ini dilaksanakan di Car Free Day Jalan Boulevard, Panakkukang.
"Karena tujuan kami adalah untuk mengkampanyekan, maka kami menargetkan lokasi titik kumpul masyarakat, harapannya agar adik-adik disabilitas mampu menunjukkan eksistensi dan kebolehannya melalui panggung ekspresi" ungkap Sabrina Rahayu.
Harapannya, kata Sabrina, melalui panggung ekspresi ini, diskriminasi lambat laun menjadi apresiasi dari masyarakat karena sejatinya teman-teman disabilitas ialah bagian dari masyarakat, hanya saja memiliki kemampuan yang berbeda.
2. Menyuarakan hak-hak disabilitas dalam lingkup kampus

Untuk merayakan Hari Disabilitas Internasional (HDI), kegiatan ini juga mewadahi seluruh masyarakat PKh untuk memperkenalkan dan menyuarakan hak-hak para penyandang disabilitas di lingkup kampus, tepatnya di Depan Gedung Rektorat UNM pada Senin (4/12/2023).
Ketua Umum HMJ PKh FIP UNM, Ulfin Dwi Ramadhani, mengatakan bahwa kegiatan ini sebagai upaya untuk menyuarakan kepada pihak rektorat bahwa aksesibilitas di kampus belum memadai, sehingga teman-teman disabilitas di kampus belum mendapatkan fasilitas yang layak.
Berangkat dari problema tersebut, kata Ulfin, massa aksi berhasil melakukan dialog terbuka dengan pihak birokrasi kampus.
3. Menyuarakan Hari Disabilitas Internasional melalui kesenian dan sastra

Malam puncak kegiatan Inclusion Fest UNM digelar di Gedung Mulo Makassar, Senin (18/12/2023). Kegiatan yang mengusung tema "Memeriahkan Keberagaman dalam Kebersamaan" ini, mempersembahkan penampilan Angngaru dan Tari Paduppa, Teater, Tari Kontemporer, Musikalisasi puisi dan Vokal. Adapun topik yang diangkat ialah tentang pelecehan seksual yang menimpa disabilitas yang notebenenya ialah isu sosial yang kerap terjadi.
Dalam penyelenggaraannya, panitia menyediakan Relawan Juru Bahasa Isyarat yang juga merupakan mahasiswa dan mahasiswi dari Jurusan Pendidikan Khusus itu sendiri, sehingga audiens teman tuli juga dapat menikmati acara hingga akhir.
"Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi titik dimana masyarakat dapat membuka mata hatinya untuk teman-teman disabilitas" lanjut Sabrina Rahayu.
Menurut Sabrina, tidak perlu ada pengkotakan atau pengelompokan antara difabel dan non-difabel dalam kehidupan sosial. "Dalam kegiatan ini kita tidak perlu mengkotakkan diri antara partisipan dan simpatisan. Dalam bentuk apapun itu, kita semua terlibat untuk mengkampanyekan Hari Disabilitas Internasional," ucapnya.





















