Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
ilustrasi impor (IDN Times/Aditya Pratama)
  • Nilai impor Sulsel pada September 2026 mencapai US$171,81 juta, melonjak 62,45 persen secara tahunan. Bahan bakar mineral mendominasi dengan US$60,79 juta atau 35,38 persen.
  • Singapura menjadi pemasok impor terbesar senilai US$55,01 juta, sementara Pelabuhan Makassar menangani 71,21 persen barang impor. Kumulatif impor Januari-September naik 13,80 persen menjadi US$819,52 juta.
  • Ekspor Sulsel September naik 6,80 persen menjadi US$172,66 juta, dipimpin nikel. Namun, ekspor kumulatif Januari-September turun 0,73 persen menjadi US$1,194 miliar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Makassar, IDN Times - Nilai impor Sulawesi Selatan melonjak 62,45 persen pada September 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut terutama dipengaruhi meningkatnya impor bahan bakar mineral yang nilainya mencapai US$60,79 juta atau sekitar 35,38 persen dari total impor.

Berdasarkan Berita Resmi Statistik (BRS) Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel yang dirilis Senin (2/11/2026), nilai impor Sulsel pada September 2026 mencapai US$171,81 juta. Angka ini meningkat dibandingkan September 2025 yang tercatat sebesar US$105,76 juta.

Di tengah lonjakan impor, nilai ekspor Sulsel juga mengalami kenaikan secara bulanan. Namun, secara kumulatif sepanjang Januari hingga September 2026, nilai ekspor justru mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

1. Impor bahan bakar mineral paling besar

ilustrasi bahan bakar minyak (BBM) (pexels.com/Engin Akyurt)

BPS Sulsel mencatat bahan bakar mineral menjadi komoditas impor dengan nilai terbesar pada September 2026. Nilainya mencapai US$60,79 juta atau berkontribusi 35,38 persen terhadap total impor Sulsel.

Selain bahan bakar mineral, impor terbesar berikutnya berasal dari kelompok olahan makanan hewan senilai US$26,76 juta atau 15,58 persen. Kemudian garam, belerang, dan kapur sebesar US$23,41 juta (13,63 persen), mesin-mesin atau pesawat mekanik US$13,12 juta (7,63 persen), serta gula dan kembang gula US$12,92 juta (7,52 persen).

Jika dibandingkan dengan Agustus 2026, impor bahan bakar mineral mengalami kenaikan hingga 461,42 persen. Sementara itu, impor garam, belerang, dan kapur meningkat jauh lebih tinggi secara persentase, yakni 1.708,46 persen, meski nilai impornya lebih kecil.

Secara kumulatif, nilai impor Sulsel sepanjang Januari-September 2026 mencapai US$819,52 juta. Jumlah tersebut meningkat 13,80 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebesar US$720,13 juta.

2. Impor terbesar berasal dari Singapura

ilustrasi ekspor-impor (IDN Times/Aditya Pratama)

Dari sisi negara asal, Singapura menjadi pemasok barang impor terbesar ke Sulsel pada September 2026. Nilainya mencapai US$55,01 juta atau 32,02 persen dari keseluruhan impor.

Malaysia berada di posisi berikutnya dengan nilai US$36,11 juta (21,02 persen), disusul Brasil sebesar US$26,18 juta (15,24 persen). Sementara itu, impor dari Tiongkok mencapai US$18,19 juta (10,59 persen) dan Kanada sebesar US$8,54 juta (4,97 persen).

BPS juga mencatat Pelabuhan Makassar menjadi pintu masuk utama barang impor ke Sulsel. Nilai barang yang dibongkar melalui pelabuhan tersebut mencapai US$122,35 juta atau 71,21 persen dari total impor September 2026.

3. Ekspor Sulsel naik, tetapi secara kumulatif turun

Ilustrasi bongkar muat peti kemas di pelabuhan. (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)

Di sektor ekspor, Sulsel mencatat nilai pengiriman barang melalui pelabuhan di wilayah provinsi sebesar US$172,66 juta pada September 2026. Nilai tersebut meningkat 6,80 persen dibandingkan Agustus 2026 yang sebesar US$161,66 juta.

Nikel menjadi komoditas ekspor terbesar dengan nilai US$102,33 juta atau menyumbang 59,27 persen dari total ekspor. Posisi berikutnya ditempati besi dan baja sebesar US$27,94 juta (16,18 persen), biji-bijian berminyak US$18,15 juta (10,51 persen), kakao atau cokelat US$6,13 juta (3,55 persen), serta ikan dan udang US$5,88 juta (3,41 persen).

Jepang menjadi negara tujuan ekspor terbesar Sulsel pada September 2026 dengan nilai US$103,98 juta atau 60,22 persen. Berikutnya Tiongkok sebesar US$58,93 juta (34,13 persen), Amerika Serikat US$3,16 juta (1,83 persen), Korea Selatan US$1,82 juta (1,05 persen), dan Timor-Leste US$1,67 juta (0,97 persen).

Meski mengalami kenaikan secara bulanan, nilai ekspor Sulsel sepanjang Januari-September 2026 tercatat US$1,194 miliar. Angka tersebut turun 0,73 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$1,203 miliar.

Sementara itu, nilai ekspor pada September 2026 sedikit lebih tinggi dibandingkan impor pada bulan yang sama. Selisihnya mencapai US$850 ribu.

Editorial Team

Related Article