Makassar, IDN Times - Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Abdul Hakim Mahfudz, yang akrab disapa Gus Kikin, memaparkan pentingnya menghidupkan kembali prinsip-prinsip Qanun Asasi sebagai ruh organisasi Nahdlatul Ulama (NU). Hal itu disampaikan saat jadi keynote speaker pada acara silaturahmi dan seminar "Pembumian Qanun Asasi untuk Nahdlatul Ulama", yang dihadiri ratusan kader NU di Hotel Claro Makassar, Jumat malam (14/8/2026).
Gus Kikin yang juga Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, menerangkan bahwa NU lahir bukan hanya sebagai organisasi, melainkan sebagai peradaban yang dibangun di atas ilmu, adab, ukhuwah, dan kepemimpinan ulama. Seluruh fondasi itu dirumuskan oleh pendiri NU KH. M. Hasyim Asy'ari dalam Al-Qanun Al-Asasi, yang berisi pokok-pokok pikiran, visi, dan pedoman dasar pendirian organisasi.
"Inilah warisan yang menjadi tanggung jawab kita semua," kata Gus Kikin.
Pada acara silaturahmi tersebut, Gus Kikin menyerahkan buku karyanya yang baru diluncurkan, yaitu Syarah Kitab Al-Qanun Al-Asasi, serta terjemahan Al-Qanun Al-Asasi karya Hasyim Asy'ari, kepada Rais Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulawesi Selatan AGH. KH. Baharuddin HS.
