Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Gus Irfan Lepas UPG-07: Tanda Haji Mabrur adalah Perubahan Akhlak
Menteri Haji dan Umrah Gus Irfan berdo'a bersama sebelum melepas kepulangan jemaah haji kloter UPG 07 (Dok. MCH 2026)
  • Gus Irfan melepas 393 jemaah haji UPG-07 di Jeddah sambil menyampaikan permohonan maaf atas kekurangan pelayanan dan mengapresiasi kedisiplinan jemaah selama ibadah.
  • Melalui Gus Irfan, Presiden Prabowo menyampaikan salam serta ucapan selamat kepada para jemaah yang telah menuntaskan seluruh rangkaian ibadah haji dengan selamat.
  • Dalam pesannya, Gus Irfan menegaskan bahwa tanda haji mabrur terlihat dari perubahan akhlak, peningkatan ibadah, dan hubungan sosial yang lebih baik setelah kembali ke tanah air.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jeddah, IDN Times — Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI, Mochamad Irfan Yusuf, secara resmi melepas kepulangan 393 jemaah haji dari Kelompok Terbang 7 Embarkasi Makassar (UPG-07) di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, pada Jumat (5/6/2026) malam. Di momen perpisahan ini, menteri yang akrab disapa Gus Irfan itu tak hanya membawa pesan perpisahan, tetapi juga permohonan maaf yang tulus dan pengingat esensi dari predikat haji mabrur.

Kloter UPG-07 diterbangkan menuju Tanah Air menggunakan armada pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA-1407.

1. Permohonan maaf dan realita petugas kelelahan

Menteri Haji dan Umrah Gus Irfan berfoto bersama sebelum melepas kepulangan jemaah haji kloter UPG 07 (Dok. MCH 2026)

Di hadapan ratusan jemaah asal Sulawesi Selatan tersebut, Gus Irfan secara terbuka dan gentleman menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan yang mungkin dirasakan jemaah selama berada di Tanah Suci. Ia menyadari betul bahwa melayani ratusan ribu orang dalam rentang waktu yang panjang bukanlah tugas yang mudah.

Secara khusus, Gus Irfan menyoroti aspek pelayanan petugas di lapangan yang mungkin sempat dikeluhkan oleh sebagian jemaah. Ia meminta kebesaran hati jemaah untuk memaklumi dinamika tersebut.

"Mungkin ada petugas yang pada saat tertentu terlihat kurang ramah. Saya yakin itu bukan karena kesengajaan, melainkan karena kelelahan setelah bekerja hampir 24 jam untuk melayani jemaah. Untuk itu saya kembali memohon maaf," ujar Gus Irfan dengan nada berempati.

Meski ada beberapa catatan minor, Gus Irfan bersyukur secara umum penyelenggaraan haji tahun ini dapat berjalan lancar. Ia sangat mengapresiasi kedisiplinan dan kepatuhan para jemaah UPG-07 terhadap arahan para ketua regu, ketua rombongan, dan pimpinan kloter.

"Terima kasih atas ketertiban dan kedisiplinan Bapak-Ibu sekalian. Berkat kedisiplinan itu, seluruh rangkaian ibadah dapat berjalan dengan baik dan jemaah dapat kembali dalam keadaan utuh dan sehat," pujinya..

2. Pesan dari Presiden Prabowo

Menteri Haji dan Umrah Gus Irfan berfoto bersama sebelum melepas kepulangan jemaah haji kloter UPG 07 (Dok. MCH 2026)

Momen pelepasan ini juga menjadi ajang penyampaian salam dari kepala negara. Gus Irfan menyebut bahwa keselamatan jemaah haji menjadi salah satu perhatian utama pemerintah pusat.

"Atas nama Pemerintah Republik Indonesia, atas nama Presiden Prabowo Subianto, dan atas nama Kementerian Haji dan Umrah, saya mengucapkan selamat kepada Bapak dan Ibu sekalian yang telah berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji dan kini bersiap kembali ke Tanah Air," ungkapnya

3. Indikator haji yang mabrur

Jemaah haji asal UPG 07 berpose dan melambaikan tangan di bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah ebelum kepulangan mereka ke Tanah Air (dok. MCH 2026)

Menutup perjumpaannya, Gus Irfan memberikan refleksi penting yang bisa dibawa pulang oleh para jemaah sebagai "oleh-oleh" spiritual sejati. Ia mengingatkan bahwa predikat haji yang mabrur tidak hanya diukur dari sahnya ritual di Tanah Suci, tetapi dari impact atau perubahan sikap sekembalinya mereka ke kampung halaman.

"Salah satu tanda haji mabrur adalah semakin baik ibadahnya, semakin baik akhlaknya, dan semakin baik hubungan sosialnya dengan masyarakat. Saya yakin Bapak dan Ibu mampu menjadi teladan di lingkungan masing-masing setelah kembali ke Indonesia," tutup Gus Irfan mengiringi langkah jemaah menuju pintu keberangkatan.

Editorial Team

Related Article