Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Gedung SD di Maluku Tengah Terbakar saat Guru dan Siswa dalam Kelas
Humas Polresta Pulau Ambon

Maluku Tengah, IDN Times – Gedung Sekolah Dasar (SD) Negeri 318 di  Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, terbakar pada Jumat (26/1/2024) pukul 08.30 WIT. Kebakaran ini terjadi saat aktivitas belajar sedang berlangsung.

Kasi Humas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Ipda Janete Luhukay menjelaskan, sesuai keterangan guru di SD tersebut, kobaran api berawal dari ruangan UKS.

Pertama kali diketahui seorang siswa. Saat itu sedang berlangsung aktivitas belajar di ruang kelas 5. Tiba-tiba dari arah belakang, dia berteriak kepada Jatcoba Nanlohy, guru di depan kelas.

“Ibu guru ada api dari belakang kelas, tepatnya dari ruang UKS,” ujar Jeneta meniru penjelasan guru kepada IDN Times, Jumat (26/1/2024).

1. Awalnya ibu guru tak percaya bahwa terjadi kebakaran

Humas Polresta Pulau Ambon

Meski gedung sekolah sudah terbakar, kata Janete, ibu guru sempat tak percaya perkataan siswa. Setelah dicek, ternyata ada kobaran api dari ruangan UKS yang sudah menjalar ke atap.

Melihat itu, guru kemudian mengarahkan para siswa untuk keluar dari dalam kelas.  

“Kemudian melaporkan kepada para guru lain agar secepatnya mengevakuasi  para siswa dari dalam ruangan,” jelasnya.

2. Api menjalar begitu cepat membakar gedung lain

Ilustrasi kebakaran. (FOTO: IDN Times/ Agung Sedana)

Dari arah ruang UKS, Janete mengatakan, kobaran api mulai membesar dan mejalar ke ruangan lainnya.

Kepala sekolah lalu mengarahkan para guru untuk mengontrol para siswa supaya meninggalkan lingkungan sekolah untuk meminimalisir jatuhnya korban jiwa.

"Api membakar hangus sarana prasarana sekolah, seperti meja, kursi dan lemari,” jelasnya

3. Ijazah dan rapot siswa berhasil diselamatkan

Ilustrasi Kebakaran (IDN Times/Mardya Shakti)

Beruntung dokumen penting milik guru maupun siswa, di antaranta  ijazah dan Laporan pendidikan berhasil diselamatkan.

Tak berselang lama sekitar pukul 08.40 WIT, personil Polsek Saparua tiba di lokasi kebakaran. Kemudian bersama warga setempat melakukan pemadaman dengan alat seadanya.

Pukul 10.30 WIT, api berhasil dipadamkan, polisi lalu memasang garis polisi di gedung sekolah.    

"Akibat kejadian itu, 6 ruang kelas, 1 ruang UKS terbakar. Kerugian ditaksir mencapai Rp 80 juta,” jelasnya.

Sampai saat ini, Janete menambahkan, belum dapat diketahui pasti penyebab kebakaran. “Namun dugaan awal berdasarkan fakta akibat hubungan arus pendek atau korsleting listrik dari ruang UKS,” katanya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article