Makassar, IDN Times - Unjuk rasa ribuan mahasiswa dari berbagai kampus di depan Sekretariat DPRD Sulawesi Tengah pada Rabu (25/9) siang berakhir dengan bentrok aparat kepolisian. Ketegangan pecah dipicau rasa kecewa lantaran DPRD Sulteng hanya mengirim perwakilan untuk bertemu para peserta aksi yang sudah memenuhi ruas Jalan Sam Ratulangi, kota Palu, sejak pagi.
Unjuk rasa ini sendiri bertepatan dengan rapat paripurna pelanikan dan pengambilan sumpah 45 anggota DPRD Sulteng untuk masa jabatan 2019 - 2024 di ruang sidang utama DPRD Sulteng.
"Kami menggelar demonstrasi hari ini karena kami yakin semua anggota DPRD Sulteng ada di dalam hari ini. Kami tidak ingin membatalkan jalannya pengambilan janji dan sumpah, kami hanya ingin mereka kemari," ujar koordinator aksi, Fahrudin saat dalam orasinya seperti dilansir oleh Antara.
Rasa kesal massa mencapai puncaknya ketika DPRD Sulteng hanya mengutus dua orang untuk menemui pengunjuk rasa. Salah satunya adalah Wakil Ketua Sementara DPRD Sulteng, Yusmaun.
"Kami ingin seluruh wakil rakyat atau perwakilan seluruh fraksi di DPRD Sulteng ke sini. Kami hanya ingin meminta pernyataan sikap mereka dan menolak revisi UU KPK yang baru disahkan oleh presiden Jokowi, menolak kenaikan iuran BPJS Kesehatan dan menangkap pelaku pembakaran hutan," tambah Fahrudin.
Sehari sebelumnya (Selasa 23/9), juga di tempat yang sama, unjuk rasa juga digelar oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sulawesi Tengah.
![[FOTO] Dua Hari Gelombang Protes Mahasiswa di Palu Berakhir Rusuh](https://image.idntimes.com/post/20190926/antarafoto-bentrok-aksi-mahasiswa-dipalu-25919-mh-10-8c4d1f43fd669cd7563292a97bb10789.jpg)