Festival Indonesia 2026 digelar di Federation Square, Melbourne, Australia, Sabtu (24/10/2026). Dok. KJRI Melbourne
Indonesia adalah tujuan wisata utama warga Australia dengan sekitar 1,78 juta perjalanan sepanjang 2025-26. Mayoritas berlibur ke Bali. Data BPS Provinsi Bali mencatat Australia sebagai penyumbang wisatawan mancanegara terbesar sepanjang 2025.
Lewat festival ini, warga Australia diajak menjelajah Indonesia lebih luas, dari Jawa hingga Sulawesi Utara, dari Sumatera hingga Maluku. Konektivitas dari Bali ke berbagai destinasi lain juga jadi pesan yang ingin disampaikan.
KJRI Melbourne memanfaatkan festival untuk mensosialisasikan layanannya, termasuk Kami Ada (kamiada.org). Situs dua bahasa Inggris-Indonesia ini dibuat untuk meningkatkan kesadaran soal kekerasan dalam rumah tangga di kalangan WNI di Australia. Inisiatif tersebut dipuji Councillor Gladys Liu dari City of Melbourne.
Festival luar ruang ini adalah bagian dari rangkaian Festival Indonesia 2026. Pada Kamis (22/10/2026), KJRI Melbourne menggelar Business Matching yang mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan calon mitra Australia.
Rangkaian acara ditutup dengan Business Forum bertema “Navigating Cybersecurity and Digital Trust in the AI-Driven Indonesia-Australia Digital Economy” di Kaleide Theatre, RMIT University, Selasa (27/10/2026). Forum ini membahas tata kelola data lintas batas, regulasi dan akses pasar, hingga identitas digital dan keamanan siber.
Hadir antara lain Vice-Chancellor RMIT, Direktur Eksekutif Global Victoria, dan Dubes RI di Canberra. Pidato kunci Menko Perekonomian akan disampaikan lewat rekaman. Panelisnya mencakup pakar RMIT, perwakilan Indonesian Investment Promotion Centre (IIPC) Sydney, dan Kepala Divisi Regulasi OJK. Privy ID akan tampil bersama CyberCert, Palo Alto Networks, DHI-AI, dan Guardware.