Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. (IDN Times/Aditya Pratama)
  • Ekonomi Sulsel tumbuh 5,75 persen secara tahunan pada triwulan III 2026, dengan PDRB harga berlaku Rp218,65 triliun dan harga konstan 2010 Rp114,29 triliun.
  • Industri pengolahan menjadi sektor dengan pertumbuhan tahunan tertinggi, 9,85 persen. Namun, pertanian, kehutanan, dan perikanan tetap menjadi kontributor PDRB terbesar, sebesar 19,28 persen.
  • Secara triwulanan, ekonomi Sulsel naik 3,52 persen, dipimpin konstruksi 11,65 persen. Hingga September 2026, pertumbuhan kumulatif mencapai 6,05 persen, didorong konsumsi pemerintah 16,64 persen.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Makassar, IDN Times - Perekonomian Sulawesi Selatan (Sulsel) tumbuh 5,75 persen pada triwulan III 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini ditopang sejumlah lapangan usaha, dengan industri pengolahan mencatat kenaikan paling tinggi.

Berdasarkan Berita Resmi Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel yang dirilis 5 November 2026, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp218,65 triliun. Sementara itu, PDRB atas dasar harga konstan 2010 tercatat sebesar Rp114,29 triliun.

1. Industri pengolahan tumbuh paling tinggi

Ilustrasi. Industri pengolahan ikan laut hasil tangkapan nelayan. (IDN Times/Daruwaskita)

BPS mencatat industri pengolahan menjadi lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi pada triwulan III 2026, yakni sebesar 9,85 persen secara tahunan atau year-on-year (y-on-y). Pertumbuhan ini diikuti jasa lainnya sebesar 8,86 persen dan jasa pendidikan sebesar 8,81 persen.

Selanjutnya, sektor informasi dan komunikasi tumbuh 8,66 persen, sedangkan penyediaan akomodasi dan makan minum meningkat 8,17 persen. Sebagian besar lapangan usaha mengalami pertumbuhan positif, meski ada dua sektor yang mengalami kontraksi.

Kedua sektor tersebut adalah pertanian, kehutanan, dan perikanan yang turun 0,08 persen serta pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah, dan daur ulang yang terkontraksi 0,51 persen dibandingkan triwulan III 2025.

2. Pertanian masih menjadi penyumbang terbesar

ilustrasi pertanian (Pexels.com/Heru Dharma)

Meski mengalami kontraksi secara tahunan, pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi lapangan usaha dengan kontribusi terbesar terhadap perekonomian Sulsel. Sektor ini menyumbang 19,28 persen dari total PDRB pada triwulan III 2026.

Kontribusi terbesar berikutnya berasal dari perdagangan besar dan eceran, termasuk reparasi mobil dan sepeda motor, sebesar 16,13 persen. Industri pengolahan menyumbang 13,64 persen, disusul konstruksi sebesar 12,27 persen dan informasi dan komunikasi sebesar 8,34 persen.

Lima lapangan usaha tersebut secara keseluruhan berkontribusi 69,66 persen terhadap perekonomian Sulsel. Dengan demikian, meski industri pengolahan mencatat pertumbuhan tertinggi, pertanian masih memegang peranan besar dalam struktur ekonomi daerah.

3. Ekonomi Sulsel tumbuh 3,52 persen dibanding triwulan sebelumnya

Ilustrasi bps IDN Times/Hana Adi Perdana

Selain tumbuh secara tahunan, ekonomi Sulsel juga mengalami pertumbuhan 3,52 persen dibandingkan triwulan II 2026 atau secara quarter-to-quarter (q-to-q). Pada periode ini, sektor konstruksi mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 11,65 persen.

Industri pengolahan menyusul dengan pertumbuhan 8,28 persen, kemudian pengadaan listrik dan gas sebesar 6,70 persen serta pertambangan dan penggalian sebesar 6,30 persen. Sementara itu, jasa lainnya tumbuh 6,11 persen.

Namun, terdapat tiga lapangan usaha yang mengalami kontraksi secara triwulanan. Administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib turun 27,68 persen, jasa pendidikan turun 3,82 persen, serta pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah, dan daur ulang turun 0,10 persen.

4. Pertumbuhan ekonomi Sulsel hingga September mencapai 6,05 persen

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. (IDN Times/Aditya Pratama)

Secara kumulatif, perekonomian Sulsel hingga triwulan III 2026 tumbuh 6,05 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Pertumbuhan tertinggi berasal dari lapangan usaha administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib sebesar 12,69 persen.

Sektor penyediaan akomodasi dan makan minum tumbuh 9,51 persen, industri pengolahan 8,51 persen, jasa lainnya 8,40 persen, serta perdagangan besar dan eceran sebesar 8,03 persen. Hampir seluruh lapangan usaha mengalami pertumbuhan positif, kecuali pengadaan listrik dan gas yang terkontraksi 3,41 persen.

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan kumulatif tertinggi berasal dari konsumsi pemerintah sebesar 16,64 persen. Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh 7,58 persen, konsumsi rumah tangga 4,92 persen, dan konsumsi lembaga nonprofit yang melayani rumah tangga sebesar 2,49 persen. Sementara itu, ekspor barang dan jasa tumbuh 1,17 persen.

Curated For You

Editorial Team

Related Article