Sidang pemeriksaan perkara penganiayaan sesama anggota KPU Pangkep/DKPP
Dalam sidang pemeriksaan itu, Rohani membantah seluruh dalil aduan yang disampaikan Aminah. Menurutnya, apa yang terjadi bukan tindakan penganiayaan murni, melainkan perdebatan yang alot disertai emosi yang tinggi oleh keduanya sehingga terjadi perkelahian.
Menurut Rohani, perdebatan tersebut terjadi karena dirinya meminta salinan dokumen berita acara verifikasi faktual perbaikan partai politik yang tidak diberikan Aminah meski tidak diminta oleh Ketua KPU Pangkep.
Dia menyebut Aminah sengaja menyembunyikan dokumen internal yang seharusnya menjadi dokumen tidak dikecualikan untuk sesama pimpinan KPU Pangkep. Rohani menuding justru Aminah yang menjadi penyebab utama persoalan di KPU Pangkep.
“Dengan berbagai alasan yang tidak masuk akal dan menunjukan sikap tidak profesional sebagai penyelenggara Pemilu, cenderung tidak menjalankan tugas dan tanggung jawabnya selaku Kordiv Teknis,” tegas Rohani.
Terkait vas, dia mengaku tidak sengaja dan terbawa emosi. Dia mengaku refleks berdiri dan mengambil vas bunga dan melemparnya dengan ke dinding sebagai bentuk perlawanan. Namun saat itu, Aminah berdiri dan vas bunga tersebut mengenainya.
“Secara pribadi, saya kaget juga karena tidak menyangka akan mengenai pelipisnya. Maksud pelemparan itu refleks atas sikap Aminah,” katanya.
Baca berita terbaru terkait Pemilu 2024, Pilpres 2024, Pilkada 2024, Pileg 2024 di Gen Z Memilih IDN Times.
Jangan lupa sampaikan pertanyaanmu di kanal Tanya Jawab, ada hadiah uang tunai tiap bulan untuk 10 pemenang.