Makassar, IDN Times - Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan menyiapkan pendekatan persuasif dan edukatif bagi masyarakat, termasuk pelajar, yang menggunakan rokok elektrik atau vape. Pengguna yang ingin berhenti akan diarahkan mendapatkan pendampingan melalui layanan kesehatan tanpa harus merasa takut mendapat stigma.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, dr. Evi Mustikawati Arifin, mengatakan penanganan penggunaan vape tidak cukup hanya mengandalkan larangan. Pendekatan rehabilitatif juga diperlukan agar pengguna mendapat dukungan untuk melepaskan ketergantungan nikotin.
"Dinas Kesehatan mengedepankan pendekatan persuasif, edukatif, dan rehabilitatif berbasis layanan kesehatan, bukan sekadar pelarangan sepihak," kata Evi, Sabtu (7/11/2026).