Lama Dinanti, Pembangunan Jalan ke Seko Resmi Dimulai

- Pemerintah mulai membangun jalan menuju Kecamatan Seko, Luwu Utara, untuk membuka keterisolasian wilayah pegunungan dan memperkuat konektivitas masyarakat.
- Pengerjaan dilakukan bertahap dengan kolaborasi pendanaan antara APBN dan APBD Provinsi Sulawesi Selatan senilai total Rp68 miliar.
- Warga diminta mendukung proses pembangunan meski akses sementara terganggu, karena proyek ini diharapkan memperlancar logistik dan mendorong ekonomi lokal.
Makassar, IDN Times - Pembangunan akses jalan menuju Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, mulai berjalan setelah lama dinantikan. Proyek ini diarahkan untuk membuka keterisolasian wilayah pegunungan sekaligus memperkuat konektivitas masyarakat.
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menyebut pengerjaan jalan tersebut berlangsung bertahap dengan melibatkan pembiayaan dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi. Dukungan anggaran dari dua sumber ini diharapkan mempercepat penyambungan akses menuju Seko.
"Pengerjaan jalan Seko melalui APBN telah dimulai, dan Insyaallah melalui APBD provinsi dalam waktu dekat juga akan berjalan. Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat penyelesaian jalan Seko secara bertahap," kata Andi Sudirman, Rabu (1/4/2026).
1. Pembangunan disesuaikan kemampuan anggaran

Di tengah keterbatasan anggaran daerah, pemerintah ingin tetap mengarahkan pembiayaan pada program prioritas, termasuk pembangunan infrastruktur di wilayah terpencil. Penyesuaian tahapan pengerjaan diselaraskan dengan kemampuan fiskal yang tersedia.
"Di tengah efisiensi, kita tetap berusaha menjalankan pembangunan daerah secara bertahap dengan fokus pada prioritas," kata Sudirman.
2. Warga diminta dukung proses pengerjaan

Pemprov juga mengingatkan potensi gangguan akses selama proses pengerjaan berlangsung. Masyarakat di sekitar jalur pembangunan diminta mendukung agar pekerjaan dapat berjalan lancar hingga tuntas.
"Kami mohon dukungan masyarakat dan juga mohon maaf apabila akses jalan menjadi terhambat selama proses pengerjaan," kata Sudirman.
3. Sebanyak Rp68 miliar anggaran digelontorkan

Sebelumnya, pemerintah menggarap proyek ini melalui kolaborasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU) dengan total anggaran mencapai Rp68 miliar. Pemerintah mengalokasikan Rp48 miliar dari KemenPU dan Rp20 miliar dari Pemprov Sulsel.
Pemerintah merancang kelanjutan pembangunan pada 2027 untuk menyambungkan akses hingga benar-benar tembus ke wilayah Seko. Penyesuaian tahapan pengerjaan diselaraskan dengan kemampuan anggaran serta kondisi geografis yang menantang.
Pembangunan jalan ini ditargetkan mampu mengurangi keterisolasian wilayah di pegunungan Luwu Utara. Akses yang terbuka diharapkan memperlancar distribusi logistik sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
"Kami butuh proses tapi kita semua warga Luwu Utara harus jaga bersama bahwa ini bukan jalan untuk akses penebangan pohon illegal tapi untuk akses membantu warga terkoneksi," kata Sudirman.


















