Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Danny Kunjungi Rumah Duka Petugas KPPS di Makassar yang Meninggal
Wali Kota Makassar, Danny Pomanto, mengunjungi rumah petugas KPPS yang meninggal dunia usai bertugas di Pemilu 2024, Jumat (16/2/2024). Dok. IDN Times/Humas Pemkot Makassar

Makassar, IDN Times - Wali Kota Makassar Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto menyambangi dua kediaman KPPS yang meninggal dunia akibat kelelahan. Kunjungan itu untuk memberikan dukungan moril maupun materil kepada keluarga.

Danny Pomanto, sapaan akrabnya, mengunjungi rumah duka William Tandi Paelongan di Perumahan Taman Makassar Indah, Jl Tamangapa Kelurahan Bangkala, Kecamatan Manggala. Kemudian, rumah Daliyah Salsabila di BTN Minasa Upa Blok L 18 No. 18 Kelurahan Minasa Upa, Kecamatan Rappocini.

Di rumah duka, Danny disambut haru keluarga almarhum dan almarhumah. Danny mengaku turut berdukacita sedalam-dalamnya atas kepergian kedua anggota KPPS yang baru berusia 24 tahun ini.

"Atas nama Pemkot Makassar menyampaikan duka cita sedalam-dalamnya, dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan," ucap Danny, Jumat, (16/02/2024).

1. Drop setelah menjalankan tugas

Wali Kota Makassar, Danny Pomanto, mengunjungi rumah petugas KPPS yang meninggal dunia usai bertugas di Pemilu 2024, Jumat (16/2/2024). Dok. IDN Times/Humas Pemkot Makassar

Adapun William bertugas di TPS 7 Kelurahan Bangkala, Manggala. Sementara Daliyah bertugas di TPS 45 BTN Minasa Upa.

Keduanya belum sempat bertugas saat hari pemungutan suara. Namun mereka sempat mengantarkan undangan memilih untuk warga walau akhirnya drop.

Keduanya dilaporkan meninggal dunia pada Kamis, 15 Februari 2024, kemarin. Keduanya diduga meninggal dunia akibat kelelahan saat melaksanakan tugasnya.

"Yang meninggal dua orang, umurnya masih muda 24 tahun," kata Ketua KPU Makassar, Hambaliie, saat berkunjung ke rumah duka almarhum William, Kamis malam.

2. Tak sempat bertugas saat hari H pemungutan suara

Rumah petugas KPPS di Makassar yang meninggal dunia diduga kelelahan, Kamis (15/2/2024). IDN Times/Ashrawi Muin

Hambaliie menjelaskan kedua almarhum mengalami sakit diduga akibat kelelahan. Kondisi kesehatan mereka menurun hingga jatuh sakit sebelum hari pemungutan suara.

Kedua almarhum belum sempat bertugas pada hari pemungutan suara, yaitu 14 Februari 2024. Namun mereka diduga kelelahan setelah mengantarkan undangan memilih kepada warga.

"Ini (William) sempat bertugas mendistribusikan undangan. Dalia sama kondisinya sebelum bertugas juga di hari H dia sudah sakit," kata Hambaliie.

3. KPU Makassar siapkan santunan

Ketua KPU Makassar, Hambaliie. (IDN Times/Istimewa)

KPU Kota Makassar pun akan memberikan biaya santunan kepada petugas KPPS yang meninggal dunia saat menjalankan tugasnya untuk Pemilu 2024. Hambaliie mengatakan semua anggota KPPS telah didaftarkan ke BPJS Ketenagakerjaan.

Akan tetapi, KPU belum menentukan besaran santunan yang akan diberikan. Saat ini, pihaknya masih membahas besaran santunan yang akan diberikan kepada keluarga almarhum.

"Ini sementara kita bicarakan santunannya bersama dengan BPJS Ketenagakerjaan. Alhamdulillah dicover BPJS Ketenagakerjaan," kata Hambaliie.

Editorial Team

Related Article