Cerita Pedagang Takjil Makassar Raup Rp1 Juta per Hari selama Ramadan

- Pedagang takjil di Makassar merasakan berkah Ramadan dengan peningkatan penjualan yang ramai sejak awal bulan puasa.
- Salmiati, pedagang takjil di Jalan Boulevard, menjual berbagai macam kudapan tradisional dengan harga Rp10.000 per porsi dan es buah seharga Rp5.000 per gelas.
- Salmiati telah berjualan takjil selama 4 tahun di Jalan Boulevard dan mampu meraup keuntungan hingga Rp1 juta per hari saat bulan Ramadan.
Makassar, IDN Times - Ramadan menjadi bulan penuh berkah bagi seluruh umat Islam, tak terkecuali pedagang takjil musiman. Sudah menjadi rutinitas pedagang takjil akan meramaikan sudut-sudut kota.
Salmiati, salah satu pedagang takjil di Jalan Boulevard, Kota Makassar, juga turut merasakan berkah bulan Ramadan 1445 H/2024 M. Lapak miliknya menjadi salah satu yang ramai didatangi pembeli.
"Alhamdulilah lancar ramai sekali dari awal Ramadan," kata Salmiati di lokasi, Kamis, (14/3/2024).
1. Menjual kue tradisional

Ada berbagai macam menu kudapan yang dijual Salmiati. Di antaranya kudapan tradisional seperti pisang ijo, jalangkote, risoles, lemper yang masing-masing dijual seharga Rp10.000 per porsi. Lalu ada es buah yang dijual seharga Rp5.000 per gelas.
"Di sini kebanyakan kue-kue tradisional saja kata itu yang paling banyak dicari," kata Salmiati.
2. Berjualan hanya saat Ramadan

Salmiati mengaku telah lama berjualan takjil di Jalan Boulevard. Usaha takjil itu dilakoninya hanya saat bulan Ramadan.
"Sudah 4 tahun saya jualan di sini. Hari-hari biasanya tidak. Bulan Ramadan saja," katanya.
3. Meraup omzet hingga Rp1 juta

Salmiati yang merupakan warga Jalan Abdullah Daeng Sirua ini, setiap hari berjualan takjil di Jalan Boulevard Makassar mulai pukul 15.00 WITA. Dia akan berjualan hingga malam setelah salat Magrib.
Dalam sehari, dia bisa meraup keuntungan hingga Rp1 juta per hari.
"Alhamdulillah cukup banyak. Semoga lancar terus," kata Salmiati.



















