Sistem ganjil-genap di SPBU Kota Makassar, Sabtu (13/9/2026). IDN Times/Darsil Yahya
* Mendesak Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemerintah Kota Makassar segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi kelangkaan BBM dan antrean panjang di SPBU.
* Mendesak Pertamina memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi BBM di Kota Makassar agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara normal.
* Mendesak pihak terkait melakukan evaluasi terhadap sistem distribusi dan pengawasan BBM sehingga tidak terjadi kelangkaan maupun antrean panjang yang berlarut-larut.
* Meminta adanya solusi khusus bagi pekerja transportasi online, mengingat BBM merupakan kebutuhan utama dalam menjalankan pekerjaan dan mencari nafkah.
* Mendesak pemerintah dan Pertamina memberikan informasi transparan kepada masyarakat mengenai penyebab kelangkaan, ketersediaan stok, distribusi, serta langkah penanganan yang dilakukan.
* Menolak segala bentuk pembiaran terhadap kondisi kelangkaan BBM yang pada akhirnya membebani masyarakat, khususnya masyarakat kecil dan pekerja harian.
* Meminta pemerintah hadir dan berpihak kepada masyarakat, bukan hanya memberikan imbauan, tetapi mengambil tindakan nyata dan terukur sampai persoalan antrean serta kelangkaan BBM benar-benar terselesaikan.
* Menolak keras surat edaran Pemprov Sulsel tentang penerapan kendaraan ganjil-genap di Kota Makassar dan menuntut adanya pengecualian bagi ojol, karena ojek online dinilai merupakan bagian dari pelayanan publik, roda perekonomian, serta sumber penghidupan ribuan driver